Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Prancis Larang Penangkaran Lumba-Lumba dan Paus
Selasa, 9 Mei 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Paris. Prancis resmi mengeluarkan peraturan baru yang melarang penangkaran lumba-lumba dan paus pembunuh. Di bawah peraturan lebih ketat ini, diharapkan para aktivis bisa mengakhiri pertunjukan menggunakan hewan-hewan itu.
Kantor berita AFP melaporkan, Menteri Lingkungan Hidup Prancis Segolene Royal telah menandatangani sebuah versi perundangan untuk 'mengontrol ketat pembiakan lumba-lumba'.
[pilihan-redaksi]
Menurut kementerian tersebut, mereka akhirnya memutuskan sebuah aturan yang 'lebih radikal', setelah mengetahui bahwa beberapa hewan dibius di akuarium.
Aturan baru melarang penangkaran seluruh paus, lumba-lumba dan pesut, kecuali lumba-lumba hidung botol dan paus pembunuh di akuarium resmi.
Para aktivis pembela hak asasi hewan memuji larangan tersebut sebagai 'kemajuan bersejarah Prancis'.
"Ini berarti akhir program pengembangbiakan, pertukaran dan impor," kata pernyataan bersama dari lima kelompok konservasi termasuk One Sound dan Sea Shepherd.
"Tanpa penambahan, ini sederhananya berarti jadwal akhir sirkus laut di wilayah kita," lanjut penytaaan tersebut.
Namun, kebijakan itu memicu kemarahan Jon Kershaw, kepala taman pertunjukan lumba-lumba Marineland Antibes di bagian selatan Prancis, yang mengatakan kepada surat kabar Var-Matin bahwa langkah itu mengecewakan.
Aturan baru itu juga membutuhkan peningkatan sedikitnya 150 persen kolam untuk memungkinkan binatang-binatang itu hidup tidak terlalu dekat dengan para pengunjung dan binatang yang lain, menurut kementerian, yang juga melarang perlakuan klorine pada air kolam.
Kontak langsung antara binatang dengan para pengunjung pun kini juga dilarang.
Taman-taman air dan akuarium punya waktu enam bulan untuk menyesuaikan diri dengan aturan baru tersebut, dan diberikan batas waktu hingga tiga tahun untuk memperluas kolam-kolam mereka.
Taman-taman air seperti Marineland Antibes --atraksi air terbesar di Eropa-- menghadapi makin banyak kritik mengenai kondisi binatang peliharaan mereka dalam beberapa tahun terakhir. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026