Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Kisah Kedatangan Rsi Markandeya Versi Bali Majapahit dan Bali Aga
Sabtu, 17 Juni 2017,
10:49 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Maharishi Markandeya dikaitkan dengan pendirian kawasan di Gianyar dan Pura Besakih di Gunung Agung. Kedatangan Rsi Markandeya ini ternyata memiliki dua versi yakni dari Bali Majapahit yang mendiami wilayah selatan Bali dan Bali Aga yang dikenal sebagai penduduk Bali asli. Seperti apa?
Dalam pemaparan Thomas A. Reuter (2005) di bukunya berjudul Custodians of The Sacred Mountains dijelaskan, Markandeya telah datang ke Bali dengan delapan ratus pengikut dari Desa Aga, sebuah desa yang terdapat di kaki Gunung Raung di Jawa sebelah timur. Para pengikut ini dikatakan adalah orang pertama yang membersihkan hutan itu dan mendirikan desa-desa di Bali.
Namun kebanyakan dari penetap yang berjumlah delapan ratus itu mati karena terkena penyakit dan sebab-sebab lain, sehingga Markandeya terpaksa kembali ke Jawa. Ia kemudian mengumpulkan seribu orang lagi. Dengan bantuan mereka, Ia lalu mendirikan sebuah kawasan di Gianyar dan mendirikan Pura Besakih di Gunung Agung.
Dari cerita ini, kemungkinan diciptakan dan disesuaikan dengan para pengusasa Majapahit dengan mempertimbangkan penggambaran penduduk asli Bali sebagai sisa-sisa dari upaya yang gagal untuk mendirikan peradaban yang stabil. Baru gelombang kedua dari imigran Jawa itu (dari Majapahit abad ke-14) yang berhasil mendirikan sebuah tatanan yang stabil di Bali, dengan Pura Besakih sebagai pura negara utama.
Namun, beberapa versi dari Bali Aga tampaknya lebih sekedar dari reproduksi saja dari mitos populer orang Bali bagian selatan dengan bahasa politik yang miring. Dikatakan, Desa Julah merupakan tempat Rsi Markandeya pertama kali mendarat, bukan di bagian selatan. Lokasi tepatnya yakni Ponjok Batu (persis di Sebelah Timur Desa Julah).
Masyarakat tetua Bali Aga di Desa Batur juga menceritakan bahwa Rsi Markandeya mengambil tempat tinggal bukan di Besakih melainkan di atas Bukit Panulisan dengan nama Bhagawan Siwa gandu. Bagaimana pun juga, menurut Reuter tidak ada kepastian tentang asal-usul ini.
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2497 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026