Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kisah Kedatangan Rsi Markandeya Versi Bali Majapahit dan Bali Aga
Sabtu, 17 Juni 2017,
10:49 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Maharishi Markandeya dikaitkan dengan pendirian kawasan di Gianyar dan Pura Besakih di Gunung Agung. Kedatangan Rsi Markandeya ini ternyata memiliki dua versi yakni dari Bali Majapahit yang mendiami wilayah selatan Bali dan Bali Aga yang dikenal sebagai penduduk Bali asli. Seperti apa?
Dalam pemaparan Thomas A. Reuter (2005) di bukunya berjudul Custodians of The Sacred Mountains dijelaskan, Markandeya telah datang ke Bali dengan delapan ratus pengikut dari Desa Aga, sebuah desa yang terdapat di kaki Gunung Raung di Jawa sebelah timur. Para pengikut ini dikatakan adalah orang pertama yang membersihkan hutan itu dan mendirikan desa-desa di Bali.
Namun kebanyakan dari penetap yang berjumlah delapan ratus itu mati karena terkena penyakit dan sebab-sebab lain, sehingga Markandeya terpaksa kembali ke Jawa. Ia kemudian mengumpulkan seribu orang lagi. Dengan bantuan mereka, Ia lalu mendirikan sebuah kawasan di Gianyar dan mendirikan Pura Besakih di Gunung Agung.
Dari cerita ini, kemungkinan diciptakan dan disesuaikan dengan para pengusasa Majapahit dengan mempertimbangkan penggambaran penduduk asli Bali sebagai sisa-sisa dari upaya yang gagal untuk mendirikan peradaban yang stabil. Baru gelombang kedua dari imigran Jawa itu (dari Majapahit abad ke-14) yang berhasil mendirikan sebuah tatanan yang stabil di Bali, dengan Pura Besakih sebagai pura negara utama.
Namun, beberapa versi dari Bali Aga tampaknya lebih sekedar dari reproduksi saja dari mitos populer orang Bali bagian selatan dengan bahasa politik yang miring. Dikatakan, Desa Julah merupakan tempat Rsi Markandeya pertama kali mendarat, bukan di bagian selatan. Lokasi tepatnya yakni Ponjok Batu (persis di Sebelah Timur Desa Julah).
Masyarakat tetua Bali Aga di Desa Batur juga menceritakan bahwa Rsi Markandeya mengambil tempat tinggal bukan di Besakih melainkan di atas Bukit Panulisan dengan nama Bhagawan Siwa gandu. Bagaimana pun juga, menurut Reuter tidak ada kepastian tentang asal-usul ini.
Berita Premium
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026