Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Google Perketat Hapus Konten Radikal di YouTube
Selasa, 20 Juni 2017,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, San Francisco. Google akan menerapkan langkah-langkah lebih luas lagi dalam mengidentifikasi dan mencabut konten teroris atau ekstremis kekerasan di platform berbagi video YouTube, kata perusahaan internet raksasa ini dalam satu posting_bk blog.
Google menyatakan akan mengambil posisi lebih tegas dalam video-video yang berisi konten supremasis (rasial) atau hasutan keagamaan dengan menerbitkan peringatan dan tidak merekomendasikannya ke pengguna, sekalipun konten-konten itu tidak tegas menyalahi kebijakan Google.
[pilihan-redaksi]
Google juga akan merekrut sumber daya teknik yang lebih banyak dan meningkatkan penggunaan teknologinya untuk membantu mengidentifikasi video-video ekstremis, ditambah pelatihan bagi para pemilih konten guna mengidentifikasi dan mencabut dengan cepat konten semacam itu.
"Selama ini kami dan yang lainnya bekerja bertahun-tahun dalam mengidentifikasi dan mencabut konten yang menyalahi kebijakan kami, kebenaran yang tidak mengenakkan adalah bahwa kami sebagai industri, mesti menyadari bahwa saat ini banyak lagi hal yang mesti dilakukan," kata Kent Walker, penasihat umum Google.
Google akan memperluas kolaborasinya dengan kelompok-kelompok kontraekstremis dalam mengidentifikasi konten yang mungkin digunakan untuk meradikalisasi dan merekrut ekstremis.
Google juga akan membidik rekrutan-rekrutan potensial ISIS melalui iklan online tersasar dan mengalihkan mereka ke video-video anti-teroris demi mengubah pola mereka dari semula ingin bergabung dengan teroris menjadi menjauhinya.
Selama ini Jerman, Prancis dan Inggris menekan Facebook dan penyedia media sosial lainnya seperti Google dan Twitter untuk berbuat lebih banyak lagi dalam mencabut konten militan dan ujaran kebencian.
Facebook sendiri sejak Kamis pekan lalu telah mengambil langkah menghapus konten terorisme. Facebook telah menggunakan kecerdasan buatan seperti pencocokkan imej dan pemahaman bahasa untuk mengidentifikasi dan mencabut konten esktremis secepatnya, demikian lansir Reuters. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026