Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Perajin Uang Kepeng Keluhkan Minimnya Bahan Baku Kuningan
Senin, 26 Juni 2017,
10:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Pengusaha Uang Kepeng Panca Datu kelahiran Karangasem yang mencoba peruntungan di Semarapura sejak lima tahun silam keluhkan sulitnya memperoleh bahan baku Kuningan untuk proses produksi.
Pasalnya, uang kepeng Panca Datu menggunakan lima macam bahan baku seperti, emas, perak, tembaga, besi dan Kuningan.
[pilihan-redaksi]
“Belakangan ini kita agak kesulitan untuk produksi, karena bahan baku kuningan sangat susah dicari, kalo jari di Jawa biayanya sangat tinggi karena usaha kecil-kecilan,” ujar I Komang Mertayasa pemilik usaha Uang Kepeng, Sabtu (24/6).
Dirinya mengaku saat ini mengajak tenaga kerja hanya lima orang. Dalam satu minggunya biasanya jika bahan baku lancar bisa memproduksi hingga 10 ribu uang kepeng. Selain itu uang kepeng yang diproduksinya ada tiga jenis yaitu uang kepeng kuning, hitam kuning, dan uang kepeng hitam.
Tidak hanya uang kepeng, menurut pria kelahiran Selat Karangasem ini, dirinya juga membuat berbagai macam kreasi dari uang kepeng seperti Rambut sedana, Lamak, Campak, Daksina, Teenan dan berbagai keperluan yadnya lainnya tergantung pesanan. Kreasinya itu dihargai mulai dari Rp300 ribu untuk ukuran normalnya.[igs/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026