Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Keluarga Miskin Pasung Anaknya Selama 17 Tahun
Senin, 3 Juli 2017,
18:08 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Warga kurang mampu yang tinggal di Banjar Ketapang Muara, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana ini sungguh mengalami cobaan hidup yang sangat berat.
Disamping sebagai keluarga kurang mampu, Ridwan juga mengalami kelumpuhan karena terkena stroke sejak 20 tahun lalu. Praktis dia tidak bisa beraktivitas, hanya bisa terbaring lemas di atas kasur butut miliknya. Untuk menyambung hidup, dia hanya bisa mengandalkan Hasnah (60), istrinya yang hanya bekerja sebagai buruh panggul ikan di Pengambengan dengan penghasilan yang tidak menentu.
[pilihan-redaksi]
Penderitaan keluarga Ridwan terasa lengkap ditambah dengan kondisi Mistari (18), anak laki-lakinya yang mengalami gangguan jiwa sejak berumur 2 tahun.
Sejak lama pula, Ibu Hasnah terpaksa memasung anaknya dengan rantai dan digembok karena sering mengamuk dan memecahkan perabotan rumah tangga.
"Kalau dibiarin anak saya bisa pergi kemana-mana. Kalau ngamuk perabotan rumah tangga sering dihancurkan,” tutur Hasnah lirih kepada wartawan, Senin (3/7/2017).
Hasnah menambahkan, jika malam harinya anaknya diikat di dalam rumah dengan dirantai dan digembok di tembok kamar. Sementara kalau siang hari diletakan di atas sumur agar mendapatkan sinar. Tentunya tetap dalam kondisi di rantai.
Sayangnya lagi, anaknya itu tidak pernah mau mengenakan pakaian hingga kondisinya bugil tiap hari. Sering dicoba dipakaikan pakaian, namun pakaian selalu di robek-robek.
"Sebenarnya tahun 2015 anak saya sudah pernah diajak berobat ke rumah sakit jiwa di Bangli. Namun dikembalikan karena katanya tidak bisa disembuhkan lagi,” ujar Hasnah.
Hasnah sebenarnya memiliki keinginan agar suami dan anaknya sembuh. Terlebih suaminya sejak sakit tidak pernah terkena sinar matahari karena tidak bisa ke luar rumah.
"Maklumlah saya hanya buruh panggul ikan di TPI Pengambengan yang hasilnya hanya cukup untuk makan sehari,” keluhnya.
Karena itu dia sangat berharap uluran tangan para dermawan untuk meringankan beban penderitaannya. Paling tidak yang dibutuhkannya kursi roda untuk suaminya agar bisa keluar rumah mencari udara yang segar dan cahaya matahari. [jim/wrt]
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026