Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Keluarga Miskin Pasung Anaknya Selama 17 Tahun
Senin, 3 Juli 2017,
18:08 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Warga kurang mampu yang tinggal di Banjar Ketapang Muara, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana ini sungguh mengalami cobaan hidup yang sangat berat.
Disamping sebagai keluarga kurang mampu, Ridwan juga mengalami kelumpuhan karena terkena stroke sejak 20 tahun lalu. Praktis dia tidak bisa beraktivitas, hanya bisa terbaring lemas di atas kasur butut miliknya. Untuk menyambung hidup, dia hanya bisa mengandalkan Hasnah (60), istrinya yang hanya bekerja sebagai buruh panggul ikan di Pengambengan dengan penghasilan yang tidak menentu.
[pilihan-redaksi]
Penderitaan keluarga Ridwan terasa lengkap ditambah dengan kondisi Mistari (18), anak laki-lakinya yang mengalami gangguan jiwa sejak berumur 2 tahun.
Sejak lama pula, Ibu Hasnah terpaksa memasung anaknya dengan rantai dan digembok karena sering mengamuk dan memecahkan perabotan rumah tangga.
"Kalau dibiarin anak saya bisa pergi kemana-mana. Kalau ngamuk perabotan rumah tangga sering dihancurkan,” tutur Hasnah lirih kepada wartawan, Senin (3/7/2017).
Hasnah menambahkan, jika malam harinya anaknya diikat di dalam rumah dengan dirantai dan digembok di tembok kamar. Sementara kalau siang hari diletakan di atas sumur agar mendapatkan sinar. Tentunya tetap dalam kondisi di rantai.
Sayangnya lagi, anaknya itu tidak pernah mau mengenakan pakaian hingga kondisinya bugil tiap hari. Sering dicoba dipakaikan pakaian, namun pakaian selalu di robek-robek.
"Sebenarnya tahun 2015 anak saya sudah pernah diajak berobat ke rumah sakit jiwa di Bangli. Namun dikembalikan karena katanya tidak bisa disembuhkan lagi,” ujar Hasnah.
Hasnah sebenarnya memiliki keinginan agar suami dan anaknya sembuh. Terlebih suaminya sejak sakit tidak pernah terkena sinar matahari karena tidak bisa ke luar rumah.
"Maklumlah saya hanya buruh panggul ikan di TPI Pengambengan yang hasilnya hanya cukup untuk makan sehari,” keluhnya.
Karena itu dia sangat berharap uluran tangan para dermawan untuk meringankan beban penderitaannya. Paling tidak yang dibutuhkannya kursi roda untuk suaminya agar bisa keluar rumah mencari udara yang segar dan cahaya matahari. [jim/wrt]
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2497 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026