Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Hujan Lebat Hantam Jepang, 400.000 Orang Mengungsi
Kamis, 6 Juli 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Tokyo. Hujan lebat yang mengakibatkan meluapnya sungai-sungai di wilayah bagian selatan Jepang, sepanjang Rabu (5/7/2017), telah memaksa hampir 400 ribu orang dievakuasi ke tempat-tempat yang aman.
NHK melaporkan, akibat banjir tersebut, tepi-tepi sungai rusak dan menimbulkan tanah longsor.
"Ini berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Perdana Menteri telah memerintahkan kami waspada dan siaga," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga kepada wartawan.
[pilihan-redaksi]
Di Prefektur Fukuoka, sekitar 375 ribu orang diperintahkan untuk mengungsi, sementara air dari sungai yang meluap mengancam membanjiri rumah-rumah. Sementara di Prefektur Oita, lebih dari 21 ribu orang telah diperintahkan meninggalkan rumah-rumah mereka.
Para pengungsi kini dilaporkan berada di pusat-pusat evakuasi di sekolah-sekolah dan gedung-gedung pemerintah di kawasan yang tanah yang tinggi.
Pasukan Pertahanan Diri Jepang (SDF) telah menanggapi sejumlah permintaan bantuan dari kedua prefektur yang diterjang banjir itu, kata seorang juru bicara SDF.
Hujan lebat di wilayah bagian selatan itu diperkirakan berlanjut hingga Kamis (6/7/2017).
Tokyo - Hujan lebat yang mengakibatkan meluapnya sungai-sungai di wilayah bagian selatan Jepang, sepanjang Rabu (5/7/2017), telah memaksa hampir 400 ribu orang dievakuasi ke tempat-tempat yang aman. NHK melaporkan, akibat banjir tersebut, tepi-tepi sungai rusak dan menimbulkan tanah longsor.
"Ini berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Perdana Menteri telah memerintahkan kami waspada dan siaga," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga kepada wartawan. Di Prefektur Fukuoka, sekitar 375 ribu orang diperintahkan untuk mengungsi, sementara air dari sungai yang meluap mengancam membanjiri rumah-rumah.
Sementara di Prefektur Oita, lebih dari 21 ribu orang telah diperintahkan meninggalkan rumah-rumah mereka. Para pengungsi kini dilaporkan berada di pusat-pusat evakuasi di sekolah-sekolah dan gedung-gedung pemerintah di kawasan yang tanah yang tinggi. Pasukan Pertahanan Diri Jepang (SDF) telah menanggapi sejumlah permintaan bantuan dari kedua prefektur yang diterjang banjir itu, kata seorang juru bicara SDF. Hujan lebat di wilayah bagian selatan itu diperkirakan berlanjut hingga Kamis (6/7/2017). [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2397 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026