Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Wagub Minta Kain Tradisional Dilestarikan
Selasa, 25 Juli 2017,
11:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengharapkan peran semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam menjagan pelestarian Endek Bali, batik, songket, tenun serta kain khas lainnya.
"Saya mengapresiasi keberadaan KCB Indonesia khususnya KCB Bali. Saya berharap KCB dapat menghidupkan kebanggaan dan minat masyarakat dalam menggunakan busana berkain tradisional. Kita sangat kaya dengan warisan budaya yang memiliki nilai-nilai estetika, etika, bahkan nilai religius," ujar Sudikerta.
[pilihan-redaksi]
Ditambahkan Sudikerta, disamping melestarikan produk, KCB juga diharapkan fokus pada upaya untuk menghidupkan tradisi masyarakat untuk menggunakan busana tradisional yang sederhana, rapi, serasi dan beretika. Selain untuk digunakan sehari-hari, keberadaan busana kain tradisional dapat bersaing secara ekonomis di pasar lokal, nasional atau bahkan di pasar global. Hal ini tentunya akan membawa hal positif untuk mendorong para pengusaha, pengrajin, dan designer semakin kreatif, inovatif dan produktif yang pada akhirnya dapat mendorong tumbuhnya perekonomian masyarakat.
"Dengan partisipasi seluruh masyarakat, Saya yakin kita semua akan dapat meningkatkan eksistensi budaya tradisional khususnya kain tradisional Bali, dalam era global saat ini,”pungkasnya.
Sementara itu Ketua KCB Indonesia Provinsi Bali Mayke Boestani Andersen mengatakan jika pihaknya setahun belakangan ini telah banyak melakukan kegiatan dalam bentuk edukasi dan promosi untuk menciptakan pengenalan, minat dan apresiasi terhadap kain Nusantara.
"KCB mengharapkan bahwa wanita Indonesia dapat kembali menggunakan kain nusantara sebagai busana keseharian mereka. Semoga ini menjadi sumbang karsa KCB untuk turut membantu penguatan jati diri Indonesia,"ungkap Mayke.
Menurut Mayke, gaya berbusana kain tradisional saat ini sudah semakin ditinggalkan, karena untuk sebagian ini dianggap rumit dan mulai tergantikan dengan gaya berbusana modern yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan jaman. Padahal Indonesia sangat kaya dengan ragam kain tradisional yang tersebar di seluruh pelosok negeri. [rls/prov/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026