Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Belasan Imigran Gelap Tewas Dalam Peti Kemas
Selasa, 25 Juli 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, San Antonio. James Matthew Bradley Jr, diancam hukuman manti karena membawa hampir seratus imigran tak berdokumen di dalam peti kemas yang panasnya mencapai 38 derajat celcius atau 100 Farenheit.
Majalah TIME mengabarkan Senin (24/7/2017), lebih dari 10 orang tewas dan sekitar 90 orang lainnya mengalami dehidrasi akut, terbekap di dalam peti kemas tanpa lubang hawa. Para imigran tak berdokumen itu diselundupkan James Matthew Bradley Jr dari perbatasan Mexico menuju San Antonio. Selama perjalanan sepanjang 240 kilometer itu, para korban dibiarkan mati lemas, padahal banyak di antara mereka telah menggedor dinding peti kemas sejak lama.
[pilihan-redaksi]
Dalam pengakuannya di pengadilan San Antonio, James Matthew mengaku tak tahu peti kemas pesanan majikannya itu berisi manusia. "Saat saya buka pintunya, saya kaget melihat mereka menggedor-gedor lantai dan dinding peti kemas," kata James Matthew.
Namun jaksa penuntut umum tak percaya begitu saja. Sopir peti kemas berusia 60 tahun itu dituntut hukuman mati, karena tahu mesin pendingin dalam peti kemas itu tak berfungsi, dan lubang ventilasi tak dapat dibuka.
Kasus ini terbongkar Ahad malam, setelah salah seorang penumpang peti kemas maut itu menghampiri seorang pengunjung Wal-Mart dan minta air karena kehausan. Para diplomat Mexico dan AS menduga para penumpang itu berasal dari Guatemala dan Mexico yang hendak masuk secara ilegal ke AS. "Meski pengemudinya telah ditahan, saya berani jamin banyak lagi pelaku yang terlibat dalam kasus ini," tutur Thomas Homan, akting Direktur Petugas Imigrasi, ICE.
Patroli penjaga perbatasan melaporkan, sedikitnya ada empat truk yang ditangkap di Laredo, Texax. Pada 7 Juli lalu, mereka menemukan 72 pendatang gelap dari Mexico, Ecuador, Guatemala dan El Salvador, disembunyikan di dalam truk.
"Tragedi seperti ini semakin parah, lebih berbahaya dan menjadi pengalaman yang sangat mahal," kata Bob Libal, aktivis imigrasi AS.
"Kami mendorong petugas imigrasi agar menangkap pentolannya," sambung Bob Libal. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026