Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Belasan Imigran Gelap Tewas Dalam Peti Kemas
Selasa, 25 Juli 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, San Antonio. James Matthew Bradley Jr, diancam hukuman manti karena membawa hampir seratus imigran tak berdokumen di dalam peti kemas yang panasnya mencapai 38 derajat celcius atau 100 Farenheit.
Majalah TIME mengabarkan Senin (24/7/2017), lebih dari 10 orang tewas dan sekitar 90 orang lainnya mengalami dehidrasi akut, terbekap di dalam peti kemas tanpa lubang hawa. Para imigran tak berdokumen itu diselundupkan James Matthew Bradley Jr dari perbatasan Mexico menuju San Antonio. Selama perjalanan sepanjang 240 kilometer itu, para korban dibiarkan mati lemas, padahal banyak di antara mereka telah menggedor dinding peti kemas sejak lama.
[pilihan-redaksi]
Dalam pengakuannya di pengadilan San Antonio, James Matthew mengaku tak tahu peti kemas pesanan majikannya itu berisi manusia. "Saat saya buka pintunya, saya kaget melihat mereka menggedor-gedor lantai dan dinding peti kemas," kata James Matthew.
Namun jaksa penuntut umum tak percaya begitu saja. Sopir peti kemas berusia 60 tahun itu dituntut hukuman mati, karena tahu mesin pendingin dalam peti kemas itu tak berfungsi, dan lubang ventilasi tak dapat dibuka.
Kasus ini terbongkar Ahad malam, setelah salah seorang penumpang peti kemas maut itu menghampiri seorang pengunjung Wal-Mart dan minta air karena kehausan. Para diplomat Mexico dan AS menduga para penumpang itu berasal dari Guatemala dan Mexico yang hendak masuk secara ilegal ke AS. "Meski pengemudinya telah ditahan, saya berani jamin banyak lagi pelaku yang terlibat dalam kasus ini," tutur Thomas Homan, akting Direktur Petugas Imigrasi, ICE.
Patroli penjaga perbatasan melaporkan, sedikitnya ada empat truk yang ditangkap di Laredo, Texax. Pada 7 Juli lalu, mereka menemukan 72 pendatang gelap dari Mexico, Ecuador, Guatemala dan El Salvador, disembunyikan di dalam truk.
"Tragedi seperti ini semakin parah, lebih berbahaya dan menjadi pengalaman yang sangat mahal," kata Bob Libal, aktivis imigrasi AS.
"Kami mendorong petugas imigrasi agar menangkap pentolannya," sambung Bob Libal. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2602 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2258 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026