Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Ekspor Perhiasan Bali Merosot 47,53%
Rabu, 30 Agustus 2017,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat ekspor aneka perhiasan atau permata dari Bali menunjukan penurunan sepanjang bulan Juni 2017.
Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho mengatakan, Bali mengekspor berbagai jenis perhiasan senilai US$4,92 juta selama bulan Juni 2017 angka tersebut merosot hingga US$4,463 juta atau 47,53% dibanding bulan sebelumnya yang tercat US$9,391,6 juta.
[pilihan-redaksi]
"Perolehan bulan Juni 2017 itu juga merosot US$2,155 juta atau 30,42% dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, karena pada Juni 2016 mengantongi sebesar US$7,083 juta ," kata Adi di Kantor BPS Bali, Rabu (30/8/2017).
Sementara itu, ekspor permata berupa aneka jenis perhiasan untuk wanita dari semua umur, berupa cincin, kalung, perhiasan telinga dan anggota tubuh lainnya mampu memberikan andil 13,73% dari total nilai ekspor Bali mencapai US$38,126 juta, merosot US$12,715 juta atau 25,01% dibanding bulan sebelumnya yang mencapai US$48,050 juta.
Perolehan tersebut juga menurun US$9,924 juta atau 20,55% dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, karena bulan Juni 2016, ekspor aneka jenis perhiasan itu menghasilkan US$48,050 juta.
Sementara untuk pangsa pasar ekspornya, negara Singapura merupkan tujuan utama ekspor perhiasdan Bali dengan andil mencapai 29,23% disusul pasar Amerika Serikat dengan andil 23,34%.
Masayarakat Singapura ternyata suka dengan perhiasan asal Bali, itu terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali yang menunjukan ekspor perhiasan paling banyak ke negara singa tersebut.
Selain itu, perhiasan yang umumnya untuk wanita itu juga diserap pasaran Hong Kong 7,15%, Australia 6,64%, Jepang 0,68%, Tiongkok 2,28%, Prancis 1,56%, Belanda 3,45%, Jerman 4,78% dan Spanyol 0,39%.
Sedangkan 20,50% sisanya diserap berbagai negara lainnya di belahan dunia, karena aneka jenis perhiasan yang didominasi dari bahan baku perak itu sangat disenangi konsumen mancanegara. [bbn/idc/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2487 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1942 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026