Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
Kakak Derita Epilepsi dan Ibu Sudah Tua, Pemuda Ini Banting Tulang Hidupi Keluarga
Sabtu, 9 September 2017,
07:19 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Wayan Buda Yasa (30), seorang pemuda asal Dusun Karangsari Kelod, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem harus rela menghabiskan hampir seluruh masa mudanya untuk menjadi tulang punggung bagi ibu dan kakaknya yang menderita penyakit Epilepsi.
"Saya tidak berani meninggalkan adik untuk bekerja keluar karena penyakitnya sewaktu-waktu bisa saja kambuh," ujar Buda, Jumat (8/9).
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut diungkapkan Buda saat dikunjungi oleh Kapolsek Selat, AKP Sudartawan bersama beberapa dermawan dari perusahaan obat herbal asal Denpasar yang juga dalam kesempatan tersebut turut memberikan bantuan berupa sembako dan sejumlah uang untuk kebutuhan sehari-hari.
Sementara ibu Buda, Ni Wayan Sukiasa (70) mengaku tidak bisa berbuat banyak, diusia setua itu dirinya tidak kuat untuk bekerja lagi terlebih setelah suaminya meninggal dunia sehingga secara otomatis Buda selaku anak laki semata wayang harus menjadi tulang punggung keluarga.
Bude merupakan anak ke empat dari 5 bersaudara dimana, salah satu saudaranya ada yang meninggal dunia, dua diantaranya sudah menikah dan satu kakak keiga yaitu Ni Komang Noni (35) masih bujang menderita penyakit epilepsi sejak kelas tiga sekolah dasar.
Diakui Sukiase bahwa selama ini Noni tidak pernah mendapat pengobatan secara khusus karena tidak punya biaya selain itu penyakit putrinya tersebut juga sewaktu-waktu kambuh sehingga jika dibiarkan sendiri dirumah sangat berbahaya. Oleh sebab itu Buda lebih memilih bekerja di rumah sebagai pengerajin ate sambil menjaga kakaknya tersebut.
Penghasilan Buda sendiri dari hasil pengrajin ate dalam 10 hari baru bisa selesai satu buah kerajinan dengan harga jual Rp120 ribu itupun termasuk modal bahan baku. Dengan nominal segitu, Bude bersama ibu dan kakaknya mencukupi untuk makan dalam sepuluh hari. [igs/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6001 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4682 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2660 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2323 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2238 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026