Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Kakak Derita Epilepsi dan Ibu Sudah Tua, Pemuda Ini Banting Tulang Hidupi Keluarga
Sabtu, 9 September 2017,
07:19 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Wayan Buda Yasa (30), seorang pemuda asal Dusun Karangsari Kelod, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem harus rela menghabiskan hampir seluruh masa mudanya untuk menjadi tulang punggung bagi ibu dan kakaknya yang menderita penyakit Epilepsi.
"Saya tidak berani meninggalkan adik untuk bekerja keluar karena penyakitnya sewaktu-waktu bisa saja kambuh," ujar Buda, Jumat (8/9).
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut diungkapkan Buda saat dikunjungi oleh Kapolsek Selat, AKP Sudartawan bersama beberapa dermawan dari perusahaan obat herbal asal Denpasar yang juga dalam kesempatan tersebut turut memberikan bantuan berupa sembako dan sejumlah uang untuk kebutuhan sehari-hari.
Sementara ibu Buda, Ni Wayan Sukiasa (70) mengaku tidak bisa berbuat banyak, diusia setua itu dirinya tidak kuat untuk bekerja lagi terlebih setelah suaminya meninggal dunia sehingga secara otomatis Buda selaku anak laki semata wayang harus menjadi tulang punggung keluarga.
Bude merupakan anak ke empat dari 5 bersaudara dimana, salah satu saudaranya ada yang meninggal dunia, dua diantaranya sudah menikah dan satu kakak keiga yaitu Ni Komang Noni (35) masih bujang menderita penyakit epilepsi sejak kelas tiga sekolah dasar.
Diakui Sukiase bahwa selama ini Noni tidak pernah mendapat pengobatan secara khusus karena tidak punya biaya selain itu penyakit putrinya tersebut juga sewaktu-waktu kambuh sehingga jika dibiarkan sendiri dirumah sangat berbahaya. Oleh sebab itu Buda lebih memilih bekerja di rumah sebagai pengerajin ate sambil menjaga kakaknya tersebut.
Penghasilan Buda sendiri dari hasil pengrajin ate dalam 10 hari baru bisa selesai satu buah kerajinan dengan harga jual Rp120 ribu itupun termasuk modal bahan baku. Dengan nominal segitu, Bude bersama ibu dan kakaknya mencukupi untuk makan dalam sepuluh hari. [igs/wrt]
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2267 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2010 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1927 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1787 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026