Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Kota Neapolis Ditemukan Setelah Hilang 1.700 Tahun
Rabu, 13 September 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Roma. Para arkeolog telah menemukan jaringan reruntuhan bawah laut luas yang membentuk kota Romawi kuno. Kota yang pernah dikenal sebagai Neapolis ini tenggelam setelah dihantam bencana Tsunami dahsyat sekitar 1.700 tahun silam.
Penemuan itu mencakup jalan, monumen, dan ratusan tangki yang biasa digunakan untuk memproduksi garum atau saus ikan fermentasi, yang merupakan bumbu populer dan komoditi utama masyarakat Romawi serta Yunani kuno.
[pilihan-redaksi]
Mengutip National Geographic, ekspedisi untuk menemukan Neapolis melibatkan para peneliti dari Tunisian National Heritage Institute dan University of Sassari di Italia. Meski sudah berjalan sejak 2010, namun penemuan besar baru terjadi di tahun ini berkat kondisi cuaca yang bersahabat.
"Penemuan besar ini memungkinkan kita menetapkan dengan pasti bahwa Neapolis merupakan pusat utama untuk pembuatan garum dan ikan asin, mungkin pusat terbesar di dunia Romawi," kata kepala tim arkeolog, Mounir Fantar.
Reruntuhan itu terhampar hingga 20 hektare, dan menunjukkan bahwa Neapolis memang sebagian ditenggelamkan oleh Tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi pada 21 Juli tahun 365.
Peristiwa itu dicatat oleh sejarawan Ammien Marcellin, dan bencana alam yang sama disebut juga telah menyebabkan kerusakan besar di Alexandria, Mesir, dan di Pulau Kreta, Yunani pada masa itu.
Saat itu, belum ada alat ukur ilmiah, namun sejarawan menganggap gempa tersebut terdiri dari dua getaran, dengan yang terbesar mencapai 8,0 skala richter. Kekuatan tersebut cukup untuk mendorong bagian-bagian Pulau Kreta hingga 10 meter.
Pertama kali ditemukan pada abad ke-5 SM, Neapolis memiliki arti 'kota baru' dalam bahasa Yunani. Situs bawah laut ini berada di sebelah kanan Kota Nabeul, timur laut Tunisia, yang merupakan tempat wisata populer saat ini dan terkenal dengan gerabahnya.
Kota Neapolis beberapa kali berpindah tangan di antara faksi-faksi yang berperang, sehingga menjadiannya sebagai pusat sejarah penting di wilayah Afrika Utara.
Penemuan ini menjadi sangat berharga karena catatan tertulis tentang Neapolis sangat sedikit di dalam literatur Romawi. Kemungkinan, hal ini dikarenakan seluruh kota tersebut dihukum karena kurang setia terhadap orang Romawi.
Penduduk Neapolis berpihak pada orang-orang Carthaginian selama Perang Punis Ketiga pada tahun 149-146 SM, sebelum bangsa Romawi menang dan menguasai kota.
"Kami mencari pelabuhan dan pencarian di bawah air memungkinkan kami mengenali jejak lainnya, terutama untuk benar-benar memastikan bahwa Neapolis mengalami gempa pada tahun 365 masehi," pungkas Fantar.[bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2813 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026