Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Cadangan Beras Pengungsi Aman, Kebutuhan Gas Elpiji Mendesak
Selasa, 26 September 2017,
15:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Gubenur Bali Made Mangku Pastika terus berkoordinasi dan memantau perkembangan terkait Siaga Bencana Gunung Agung. Kali ini Pastika mengecek kondisi terakhir ketersediaan logistik dan juga bantuan-bantuan dari donatur yang mulai berdatangan di Pos Komando Utama Pelabuhan Tanah Ampo, Karangasem, Senin (25/9).
Menurut Pastika, sampai saat ini cadangan beras masih mencukupi bagi kebutuhan keseluruhan pengungsi.
[pilihan-redaksi]
“Kalau beras, stok provinsi dan kabupaten banyak. Bupati punya hak mengeluarkan 100 ton, saya berhak mengeluarkan 200 ton. Sekarang baru berasnya bupati yang dikeluarkan,” kata Pastika.
Lebih lanjut dijelaskan, keperluan akan beras sampai saat ini mencapai 15 ton per hari, untuk mencukupi makanan pokok bagi sebanyak 48 ribu orang pengungsi sampai siang ini. Namun demikian untuk kebutuhan lainnya masih sangat diharapkan bantuan dari para donatur.
“Barusan kita dapat bantuan dari BI, minyak goreng 2 ton dan gula 2 ton. Mudah-mudahan dari yang lain juga ada,” ujarnya.
Kebutuhan lainnya yang cukup mendesak kebutuhan akan gas. Menurutnya konsumsi gas per harinya mencapai 1 ton. Sementara ini masyarakat saling bergotong royong untuk mencukupi keperluan memasak di dapur-dapur umum yang ada. Kebutuhan gas tersebut masih tercukupi melalui bantuan dari donatur-donatur, di masing-masing tempat. Pihaknya akan terus berusaha mencukupi kebutuhan gas yang saat ini sangat mendesak.
Pada kesempatan tersebut Pastika meminta agar petugas memastikan keluar masuk bantuan dan logistik terdata dengan transparan. Untuk itu pihaknya menugaskan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali dan Dinas Sosial Provinsi Bali untuk bertugas mendampingi petugas pencatatan logistik. Sehingga dengan demikian akan diketahui tempat mana yang kekurangan bahan dan tempat mana yang masih mencukupi.
Pastika menjelaskan, dana tak terduga untuk tanggap darurat sampai saat ini belum bisa dikeluarkan dari APBD, baik APBD Provinsi APBD Kabupaten. Hal ini sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang penggunaan APBD, bahwa penggunaan dana tak terduga APBD harus menunggu kondisi tanggap darurat.
“Tanggap darurat itu kalau gunungnya meletus. Sekarang ini namanya Siaga Darurat, jadi belum boleh pakai APBD. Itu persoalannya sekarang, kita (red: Kabupaten Karangasem) punya duit dana tak terduga Rp1,2 M belum bisa terpakai. Provinsi punya Rp 4,5 M belum bisa dipakai. Klungkung punya Rp1,5 M belum bisa dipakai. Jadi solusinya gotong royong sementara ini. Kita akan mendapat bantuan dari BNPB setelah rekening dibuka, kita akan dapat bantuan Rp1 M,” ujar Pastika.
Selain untuk mengetahui kondisi terkini di Posko Utama, Pastika juga berkoordinasi dalam rangka persiapan kunjungan Presiden RI Joko Widodo meninjau beberapa lokasi Pos pengungsi. Rapat terbatas koordinasi ini juga dihadiri Bupati Karangasem, Bupati Klungkung, Kepala Kejaksaan Tinggi dan pejabat terkait lainnya. [bbn/prov/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6039 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2365 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026