Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 20 September 2026
Produk Pertanian Lokal Mulai Diserap Hotel, Mutu Masih Menjadi Kendala
Kamis, 5 Oktober 2017,
11:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Komoditas pertanian produksi lokal berangsur-angsur mulai masuk ke menu sajian hotel di Bali.
Beberapa pelaku usaha hotel yang sempat ditemui di daerah Kuta dan Kerobokan, Badung beberapa hari yang lalu menyampaikan, memang sampai saat ini produk pertanian sudah banyak yang terserap di hotel mulai dari, beras Bali, brokoli, wortel, buah-buahan dan lain-lainnya. Akan tetapi, hotel dalam hal ini memang mencari produk yang paling bagus. Dan masih saat ini banyak juga produk-produk pertanian lokal yang tidak bisa masuk hotel, disebabkan oleh beberapa faktor, pertama mutu produk sering kurang bagus, kurangnya layanan supplier serta metode pembayaran yang masih kaku.
[pilihan-redaksi]
Menangapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Putu Oka Swadiana, Rabu,(4/10) di Mengwi, Badung menyampaikan, pihak Pemkab Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung telah melakukan berbagai upaya seperti, memberi pelatihan-pelatihan, pembinaan-pembinaan yang rutin kepada petani untuk peningkatan pengetahuan, serta keterampilan menangani pasca panen. Dengan demikian kualitas produk yang dihasilkan para petani kan lebih baik.
"Selain memberi pelatihan-pelatihan dan pembinaan-pembinaan kami juga melakukan penerapan program One Village One Produk (OVOP) misalnya, seperti Asparagus di Kecamatan Petang adalah yang terbaik di Asia," paparnya.
Dilanjutkan, karena areal garapan petani kurang luas jadi sering para petani mengalami kendala dalam pemenuhan jumlah produk hasil pertanian yang diminta oleh para pihak hotel.
"Yang sering terjadi masalahnya, adalah countinueitas produk agar terus berkesinambungan masih menjadi kendala para petani," jelasnya.
Disampaikan, mengenai pembayaran memang sering terjadi ketidak sepahaman. Disatu pihak petani menginginkan pembayaran cash akan tetapi hotel-hotel berkeinginan dibayar bulanan bahkan ada yang mencapai 3 bulanan.
"Terkait pembayaran memang sulit, karena petani masih lemah di permodalan mereka sebagian besar maunya cash," pungkasnya. [bpc/aga]
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8089 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5662 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2394 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026