Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Waspada, Data Bisa Dicuri Lewat Jaringan WiFi
Kamis, 19 Oktober 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Washington. Para pengawas keamanan dan peneliti siber mengeluarkan peringatan mengenai risiko dari penggunaan secara luas sistem komunikasi WiFi setelah mereka menemukan celah yang bisa digunakan peretas untuk membaca informasi yang dikira sudah terenkripsi atau menginfeksi laman internet dengan malware.
Peringatan dari Tim Tanggap Darurat Komputer Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyebutkan bahwa celah itu bisa digunakan dalam jangkauan WiFi dengan memanfaatkan protokol WPA2 guna membajak komunikasi pribadi.
[pilihan-redaksi]
Tim ini merekomendasikan penginstalan pembaruan vendor pada produk-produk yang sudah terinfeksi seperti router yang disediakan Cisco Systems Inc atau Juniper Networks Inc.
Peneliti siber asal Belgia, Mathy Vanhoef dan Frank Piessens dari Universitas KU Leuven, menyingkapkan bug dalam WPA2 pada sistem WiFi modern yang digunakan oleh vendor-vendor untuk komunikasi nirkabel antara ponsel, laptop dan perangkat-perangkat terkoneksi lainnya dengan router terkoneksi internet atau hot spot.
"Jika perangkat Anda support WiFi, maka kemungkinan besar terinfeksi," kata mereka dalam laman Krackattacks.com, yang mereka buat untuk menyediakan informasi teknis menyangkut celah itu dan metode yang mungkin dimanfaatkan peretas untuk meretas perangkat-perangkat yang rentan.
Belum jelas benar seberapa sulit peretas mengeksploitasi bug itu atau apakah kerentanan ini sebelumnya sudah dimanfaatkan para peretas untuk melancarkan serangan siber.
Perusahaan keamanan internet asal Finlandia, F-Secure, menyatakan para pakar sudah lama mencurigai kemampuan Wi-Fi dalam menjawab tantangan keamaman abad 21 ini.
"Namun bagian terburuk dari hal ini adalah menyangkut protokol Wi-Fi yang artinya persoalan itu praktis mempengaruhi siapa pun di dunia yang menggunakan jaringan Wi-Fi," tulis perusahaan itu dalam lamannya.
Microsoft Corp mengaku sudah merilis pembaruan keamanan untuk Windows. Pelanggan yang menerapkan pembaruan atau sudah punya pembaruan otomatis, dijamin terlindungi.
CERT Selandia Baru dan CERT India telah meminta penggunanya untuk memasangkan pembaruan keamanan. CERT Selandia Baru menyarankan penggunakan kabel ethernet dan untuk terkoneksi internet secara langsung ke dalam jaringan.
"Mengingat kerumitan dalam melakukan pembaruan pada perangkat-perangkat pintar semacam telepon mobile, CERT Selandia Baru sangat merekomendasikan penonaktifan Wi-Fi begitu tidak dibutuhkan," kata perusahaan keamanan siber ini.
Wi-Fi Alliance, kelompok industri yang mewakili ratusan perusahaan teknologi Wi-Fi, menyatakan masalah itu bisa diatasi dengan pembaruan software secara sederhana.
Mereka menyarankan anggota-anggotanya untuk mengeluarkan patch-patch secepat mungkin dan merekomendasikan pelangan guna secepat mungkin menginstal pembaruan keamanan siber, demikian lansir Reuters. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026