Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 Juli 2026
Edukasi Faktor Penyebar HIV/AIDS, Pemprov Sasar Remaja Usia Sekolah
Kamis, 19 Oktober 2017,
15:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com, Gianyar. Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengatakan Pemprov Bali terus berusaha menyasar generasi muda, para remaja usia sekolah yang memiliki resistensi paling cepat terpengaruh pergaulan, untuk diberikan edukasi guna memahami faktor penyebar HIV/AIDS.
“Para remaja dan generasi muda adalah aset bangsa yang menentukan kemajuan bangsa kita kedepan, mereka paling cepat dan rentan terpengaruh pergaulan, jadi mereka kita berikan pembelajaran dan pengetahuan tentang faktor-faktor penyebab, pencegahan dan bahaya HIV/AIDS, sehingga nantinya mereka juga bisa membantu peran pemerintah untuk mengedukasi dan memberikan sosialisasi kepada rekan-rekan sejawat maupun lingkungannya agar terhindar dari bahaya HIV/AIDS. Dan alangkah bagusnya apabila upaya ini bisa menjadi salah satu program intrakurikuler sekolah-sekolah di Bali,” cetus Sudikerta, Rabu (18/10/2017).
[pilihan-redaksi]
Dalam sambutannya, Wagub Sudikerta juga memaparkan faktor-faktor tingginya penyebaran HIV/AIDS diantaranya seks bebas dengan berganti-ganti pasangan, penyalahgunaan narkoba dengan menggunakan jarum suntik berganti-gantian, penggunaan peralatan yang tidak steril seperti pisau cukur, jarum suntik, transfusi darah maupun pada bayi yang diturunkan dari ibunya. Untuk itu ia pun mengajak para remaja untuk menghindari faktor-faktor tersebut, sehingga bisa menekan penyebaran HIV/AIDS di Bali.
Ia pun memberikan peringatan keras bagi sektor-sektor usaha yang ikut mempengaruhi tingginya penyebaran HIV/AIDS diantaranya tempat hiburan malam, salon, spa dan lain sebagainya yang menyediakan layanan prostitusi. Masyarakat dan pemerintah daerah hingga level terbawah yakni tingkat desa pun diharapkan berperan mengawasi lingkungannya apabila ada peredaran narkoba maupun prostitusi.
“Bagi pemerintah daerah mari atur pencegahan penyebaran HIV/AIDS ini dalam bentuk perda, dan ditingkat desa buatkan awig-awig, jangan sampai ada tempat hiburan seperti kafe-kafe yang menyediakan layanan prostitusi, awasi jangan sampai ada warganya yang terlibat penyalahgunaan narkoba, jika ada tindak tegas, tegakkan perda maupun awig-awig itu, hukumannya harus berat, agar bisa memberikan efek jera,” pungkas Sudikerta. [bbn/prov/wrt]
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026