Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Pengetahuan dan Kecakapan Keuangan Masyarakat Bali Masih Rendah
Minggu, 29 Oktober 2017,
13:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pengamat Keuangan Sephy Lavianto SE, MM mengungkapkan bahwa pengetahuan dan kecakapan literasi keuangan masyarakat Bali masih sangat rendah. Ini disebabkan oleh minimnya sosialisasi tentang literasi keuangan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Hal tersebut diungkapkannya dalam seminar bertajuk Mapan Zaman Now yang berlangsung di Denpasar, Sabtu (28/10)
[pilihan-redaksi]
Akibat rendahnya pengetahuan literasi keuangan membuat masyarakat tidak mempunyai perencanaan dalam pengelolaan keuangan yang matang. Hingga tak sedikit akhirnya masyarakat terjerat tipu daya rentenir dan investasi bodong.
"Yang sederhana saja, masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakan antara tabungan dengan investasi. Mereka masih menyamakan bahwa tabungan itu iya ivestasi. Padahal beda," sebutnya menegaskan.
Menurutnya tabungan adalah simpanan yang digunakan untuk keadaan keuangan yang mendesak dan darurat. Sedang investasi justru sesuatu hal yang bisa menjadi sumber penghasilan lain.
Selanjutnya ia menjelaskan sejumlah produk investasi yang sebetulnya bisa diakses dengan dengan mudah oleh masyarakat, seperti saham, reksadana, obligasi juga produk tabungan emas dari Pegadaian.
"Tapi sayangnya masyarakat banyak yang tidak tahu. Iya karena minimnya sosialisasi tadi. Padahal ada yang namanya tabungan saham, hanya dengan Rp 100 ribu atau Rp 1 juta saja sudah punya investasi. Buka account-nya juga mudah," jelasnya.
[pilihan-redaksi2]
Dengan memiliki kecakapan literasi, masyarakat tidak hanya akan mengandalkan sumber penghasilan mereka dari yang bersifat konvensional saja, seperti gaji atau usaha bisnis. "Jadi sumber penghasilannya tidak dari yang itu-itu saja," tegasnya.
Selain itu dengan tingkat kecakapan literasi masyarakat yang tinggi akan berdampak luas hingga mampu menggerakan perekonomian yang sedang lesu seperti sekarang ini.
"Misalnya masyarakat sudah banyak yang berinvestasi saham, meski mereka berinvestasi dalam jumlah uang kecil. Tapi dengan begitu bisa membeli saham dari perusahaan-perusahaan yang sahamnya murah, sehingga dunia usaha bisa bergeliat lagi," jelasnya.
Oleh karena itulah dirinya terus tergerak melakukan sosialisasi literasi keuangan dengan menggandeng sejumlah komunitas masyarakat di Bali. Hanya saja ia mengaku tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan dari berbagai pihak khususnya OJK sebagai institusi pemerintah yang bertugas untuk itu. "Iya belum ada digandeng OJK. Yang jelas kami sebagai elemen masyarakat ingin membantu," akunya.
Pihaknya tak cuma melakukan sosialisasi melalui seminar dan diskusi-diskusi tetapi juga melalui jejaring media sosial. "Justru sosialisasi di media sosial masih sangat lemah dilakukan oleh OJK," kritiknya. [bbn/msd/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2563 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2017 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1948 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026