Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Dadong Tekek dan Suami Senang Dikunjungi Gubernur Pastika
Sabtu, 11 November 2017,
10:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com,Karangasem. Perasaan senang jelas tersirat dari wajahnya yang sudah keriput. Ketut Tekek namanya, nenek berusia 73 tahun ini selalu senyum dan dengan senang hati menceritakan masa-masa mudanya, saat pendudukan Jepang di Bali.
Begitulah nenek lansia warga Banjar Pande Nongan, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem ini saat Gubernur Bali, Made Mangku Pastika bertandang ke rumahnya tepat penampahan Kuningan, Jumat (10/11).
Ketut Tekek bersama suaminya, Putu Dauh (75), menempati sebidang tanah yang bukan miliknya. Di lahan tegalan tersebut berdiri dua bangunan yang sudah dimakan usia, dimana pasangan suami-istri ini tinggal.
Anak satu-satunya yang perempuan sudah menikah dan ikut suaminya, sehingga lansia ini hidup berdua mengisi hari-harinya dengan ‘nyakap’, mengerjakan lahan kebun dan memelihara sapi milik orang lain.
Walaupun begitu, semangat juangnya tidak terputus oleh waktu, selalu berusaha dan menikmati kebersamaan. Meski sang suami, Putu Dauh sudah tidak bisa melihat, setidaknya alunan seruling kesayangannya yang mengalun setiap sore bisa melepas kelelahan dan kesunyian mereka. Mendengar alunan seruling itu jugalah yang menyentuh seorang Pastika untuk tergerak membelikan seruling baru baginya.
Lain halnya dengan Nengah Sana, warga Banjar Yangapi, Desa Akah, Klungkung. Nengah Sana seakan tidak percaya ketika Gubernur Pastika mengunjungi rumahnya. Nengah Sana kesehariannya menjaga anaknya Ketut Werni, yang menderita gangguan kejiwaan.
Menurut penuturannya, Nengah Sana sebenarnya memiliki tujuh orang anak, namun anak lainnya sudah meninggal, sedangkan satu orang anaknya sudah menikah dan tinggal di tempat lain.
Ternyata masih banyak orang tua yang lanjut usia yang memerlukan perhatian kita semua, yang memerlukan uluran tangan dermawan.
"Saya sebagai Gubernur yang juga sudah 'lingsir' merasa punya hutang kepada rakyat. Saya hanya ingin berbagi, terutama saat-saat hari raya seperti ini. Saya merasa prihatin, mengapa banyak orang tidak mau berbagi dengan tulus iklas, terutama saat-saat seperti ini," kata Pastika.
Tidak berhenti disitu, selanjutnya Gubernur Pastika juga mengunjungi Made Suda dan Made Muklen, warga Banjar Roban, Desa Tulikup Gianyar. Lansia suami-istri ini tinggal di rumah yang sudah hampir roboh. Genting belakangnya sudah jatuh, plafonnya sudah terlepas, sehingga mereka tidur di teras yang hanya dibatasi anyaman bambu. Sungguh miris melihat kondisi seperti itu, disaat usia mereka sudah lanjut dan tidak kuat lagi untuk bekerja.
Oleh karena itu, Pastika menghimbau dan mengajak semua kalangan agar semakin banyak yang terketuk hatinya untuk memperhatikan para lansia dan masyarakat tidak mampu di Bali. Pada kesempatan tersebut, Pastika bersama Komunitas Atas Nama Orang Miskin (ANOM) dan Komunitas Taman Hati memberikan bantuan sembako dan juga uang tunai sebagai wujud kepedulian bagi sesama.[bbn/rl/psk]
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2803 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026