Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Wabup Kembang Berikan Kuliah Umum ke Taruna Politeknik Kelautan Perikanan Jembrana
Rabu, 6 Desember 2017,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan memberikan kuliah umum dihadapan ratusan calon taruna dan taruni Politeknik Kelautan Perikanan Jembrana, bertempat di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Senin (4/12).
Mereka merupakan calon mahasiswa angkatan 2017/2018, yang tengah mengikuti masa orientasi/pengenalan akademik dan Kehidupan Kampus (MPAK), mengingat perkuliahan di Poltek KP Jembrana baru dimulai tanggal 20 desember 2017.
[pilihan-redaksi]
Selama kurang lebih 1,5 jam Wabup Kembang banyak memaparkan tentang berbagai kebijakan Pemerintah Daerah, yang memfokuskan pada bidang pariwsata dan pendidikan. Dalam sektor pendidikan, Pemkab Jembrana juga dengan upaya keras pendekatan ke pusat dibantu Kementerian Kelautan Perikanan baru saja mendirikan Politeknik Kelautan Perikanan yang berlokasi di Desa Pengambengan Kecamatan Negara.
Saat ini ada tiga program studi diadakan yaitu prodi penangkapan, budidaya, dan pengolahan.
"Kampus ini ada 10 di Indonesia, di era Presiden Jokowi sudah dibangun tujuh buah dari sebelumnya hanya ada tiga. Kita bersyukur salah satunya juga berdiri di Jembrana. Diharapkan lulusannya nanti bisa menjadi SDM unggul dalam mengembangkan potensi kelautan dan perikanan yang ada di Jembrana,” cetusnya.
Pada kesempatan itu, Ia juga menjelaskan pentingnya manajemen waktu khususnya dikalangan mahasiswa serta anak muda. Dikatakannya, manajemen waktu sangat penting karena semua orang pada dasarnya punya waktu yang sama 24 jam. Tapi bagaimana mengelola dengan benar hal itu yang harus dipelajari.
“Banyak orang mengatakan tidak ada waktu dengan alasan sibuk dan lain sebagainya, tapi di lain sisi ada juga yang mampu mengerjakan sesuatu dengan baik ketika benar mengelola. Di sinilah manajemen waktu diperlukan,” sebut Kembang.
Ditambahkannya lagi, ada tiga hal prinsip dalam manajemen waktu, yang pertama harus bisa mengurangi waktu yang tidak prioritas, bisa membagi pekerjaan dengan orang lain dan yang ketiga menyusunnya dalam agenda kerja, baik itu tahunan, bulanan maupun harian.
Selain memberi kuliah umum, dalam kesempatan itu, Kembang juga sempat mengamati langsung praktek magang anak-anak Jembrana. Mulai dari belajar membuat olahan daging, mencabut tulang ikan untuk dijadikan ikan beku siap dipasarkan, membuat kerupuk, kecap, terasi ikan, bandeng asap, tahu baso ikan serta nuget yang semua bahannya berasal dari ikan.
Setelah melihat langsung perkuliahan, Ia mengaku gembira karena banyak praktek langsung daripada materi disampaikan. Bahkan anak-anak ada sudah ada yang bisa membuat nugget, termasuk mengolah tambak yang tadinya terbengkalai hingga sekarang produktif.
Hal itu bisa diterapkan di Jembrana dengan kemampuan ilmu budidaya yang dimiliki diyakini bisa membangkitkan kembali kejayaan tambak, seperti yang banyak terdapat dibudeng dan daerah lainnya diJembrana.
Terlebih lagi dengan didukung kondisi Jembrana yang sangat kaya akan potensi kelautan sehingga dengan dukungan SDM yang mumpuni, potensi itu akan tergarap dengan lebih maksimal. [bbn/jim/wrt]
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2282 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026