Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Harga Rumah Bersubsidi Skema FLPP di Bali Naik 5%
Selasa, 2 Januari 2018,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Real Estat Indonesia Provinsi Bali menyebut harga rumah bersubsidi skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) naik 5%.Kenaikan yang berlaku per Januari 2018 ini, bergerak dari Rp141,7 juta menjadi Rp148,5 juta. "Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah menyetujui kenaikan lima persen setiap tahun," kata Ketua REI Bali, Pande Agus Permana Widura di Denpasar, Sabtu (30/12/2017).
REI Bali, menargetkan, kenaikan 5% ini berlaku pada 6 Januari 2018 bagi para pembeli baru. Kenaikan ini menyesuaikan dengan harga lahan dan harga bahan bangunan yang juga meningkat.
Saat ini, kata pande, REI Bali tengah menyosialisasikan kepada pengembang dan masyarakat, terkait kenaikan harga rumah subsidi skema FLPP itu.REI Bali, lanjut dia, saat ini juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk harga FLPP tahun 2019 yang diproyeksikan mencapai Rp195 juta.
Pande mengungkapkan harga tersebut termasuk harga ideal untuk rumah subsidi di Bali mengingat harga lahan yang tinggi dan belum semua kabupaten di Bali memiliki harga lahan yang terjangkau."Saya khawatir minat pengembang sediakan FLPP karena margin mereka semakin lama semakin tergerus. Kami ingin sediakan rumah murah tapi dari swasta juga butuh marjin," ucapnya.
Selama ini pembangunan FLPP di Bali baru bisa terlaksana di Kabupaten Buleleng, Jembrana dan Karangasem yang harga rumah subsidi Rp141,7 juta dengan target pembangunan mencapai 5.000 unit.Hingga saat ini, lanjut Pande, baru terealisasi kurang dari 3.500 unit dengan realisasi paling banyak di Kabupaten Buleleng.
Untuk mendongkrak program rumah subsidi di Bali termasuk menggairahkan sektor properti, REI berencana mengadakan pameran dengan promo menarik tahun 2018 sebanyak tiga kali dalam setahun.Ketua Panitia REI Bali Expo 2017 Gede Semadi Putra mengatakan rencananya tersebut digulirkan melihat animo masyarakat memiliki rumah masih tinggi.
Hal itu terbukti dengan penjualan rumah ketika pameran mencapai 80 persen dari target 125 unit rumah dengan harga rumah berkisar Rp148 juta untuk rumah subsidi hingga Rp700 juta untuk nonsubsidi. "Paling laris harga sekitar Rp500 juta di daerah Gianyar, Badung Selatan dan Denpasar," ucapnya.
Semadi menuturkan setelah pameran yang digelar 13-17 Desember 2017 di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Simpang Siur Kuta itu ditutup, banyak masyarakat yang mendatangi kantor masing-masing pengembang.Melonjaknya antusiasme masyarakat pada pameran itu, lanjut dia, karena para pengembang menawarkan promo menarik yakni pembayaran uang muka rumah Rp5 juta.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6027 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2666 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2355 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2245 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026