Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 26 Oktober 2026
Investor Arab Saudi Jajaki Kerjasama Pengelolaan Sampah
Jumat, 12 Januari 2018,
06:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Rombongan investor dari Arab Saudi dan Turki menemui Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Kamis (11/1). Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang tamu gubernur itu, sejumlah pengusaha Negara Timur Tengah itu berminat menjajaki investasi di bidang pengelolaan sampah dan energi.
Sebelumnya para pengusaha Turki dan Arab Saudi ini telah bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja di Jakarta. Senator RI Arya Wedakarna yang ikut hadir berharap ada peluang kerjasama yang bisa digarap pasca pertemuan ini mengingat mereka telah berpengalaman 35 tahun di bidang pengelolaan sampah dan pengembangan energi.
Senada dengan Wedakarna, pimpinan rombongan pengusaha Al Sharif Faiz dari Alsharif Energy Company mengaku sangat tertarik menjajaki kerjasama di bidang pengelolaan sampah menjadi energi terbarukan di Pulau Dewata. Menurut Sharif Faiz, perusahannya telah menjalin kerjasama di sejumlah negara.
Gubernur Pastika menyambut positif tawaran kerjasama pananganan sampah dan energi yang diutarakan rombongan pengusaha Arab Saudi dan Turki. Ia menjelaskan bahwa sampah memang masih menjadi salah satu problem yang dihadapi Bali sebagai daerah tujuan wisata.
Salah satu persoalan yang belakangan menjadi sorotan adalah keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Suwung yang selama ini dimanfaatkan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (SARBAGITA).
Menurut Pastika, banyak sekali investor nasional dan asing yang datang untuk menawarkan kerjasama pengelolaan TPA Regional Suwung. Ujar Pastika, telah ada 58 investor yang datang untuk menjajaki peluang kerjasama.
“Artinya, pengusaha dari Arab Saudi dan Turki yang datang hari ini adalah investor yang ke-59,” ujarnya. Namun penjajakan tersebut selalu terkendala regulasi nasional yang mematok harga pembelian listrik sangat rendah. Sehingga dari kalkulasi ekonomi, para pengusaha akan kesulitan balik modal.
Hambatan lainnya adalah tawaran pengenaan tipping fee dari investor tak mendapat respon positif dari kabupaten/kota yang selama ini memanfaatkan TPA tersebut. “Secara moral, saya ingin sekali bisa secepatnya menuntaskan persoalan ini. Tapi begitulah faktanya,” ujarnya seraya berharap agar Wedakarna bisa memperjuangkan revisi aturan pembelian listrik.
Lebih lanjut, rombongan investor Arab Saudi dan Turki ini diminta berkoordinasi dengan OPD terkait. Selain kerjasama pengelolaan sampah, Pastika berharap mereka juga menjajaki kemungkinan karjasama pengembangan solar cell.
Sekedar catatan, total luas TPA Regional Suwung mencapai 32,46 haktare. Menyongsong pelaksanaan IMF- World Bank Annual Meeting pada Oktober 2018 mendatang, pemerintah pusat telah mengambilalih penanganan 22,46 haktare TPA yang akan dijadikan ecopark. Sisanya seluas 10 haktera, akan dikelola dengan konsep sanitary landfill management dan waste to energy.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5870 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4612 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2580 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2224 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2203 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026