Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Anggaran Rp.181 Miliar, Jalan Imam Bonjol Dilebarkan Jadi 14 Meter
Kamis, 25 Januari 2018,
05:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI melalui Satuan Kerja (Satker) Pelayanan Jalan Nasional Metropolitian Denpasar mencanangkan program pelebaran Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Pelaksanaan pelebaran jalan tersebut merupakan solusi atas permasalahan kemacetan yang sering terjadi dikawasan tersebut.
Pelebaran jalan tersebut sedianya akan memanfaatkan tanah negara yakni dengan cara memasang Box Colvert di Sungai Teba yang melintas di Barat jalan tersebut. Pengerjaan proyek tersebut tentunya akan berdampak pada beberapa sektor utilitas seperti PDAM, Telkom, Pohon Perindang, Lalu Lintas dan lain sebagainya
Kadis DLHK Kota Denpasar, I Ketut Wisada saat diwawancarai Rabu (24/1) mengatakan dalam rangka menjamin kelancaran utilitas selama pengerjaan proyek tersebut, seluruh steakholder telah melakukan kordinasi. Termasuk didalamnya tentang penataan pohon perindang yang dibidangi langsung DLHK Kota Denpasar. Dimana, saat ini telah ada MoU sehingga pohon perindang yang ada sedianya akan direlokasi untuk ditanam di daerah lain.
Selain itu, sektor pertanian yang bertumpu pada aliran air Sungai Teba ini turut mendapat perhatian. Untuk menjamin kelancaran pengairan subak dan daerah pertanian pihaknya telah megupayakan air tetap mengalir. Seperti halnya mengerjakan proyek mulai dari arah selatan hingga membuat saluran sementara dengan pipa.
"Untuk menjamin kelancaran pengairan subak, telah disiapkan pengaturan air dengan pipa agar pelaksanaan proyek tidak mengganggu siklus pertanian yang aliran airnya bersumber dari Sungai Teba," jelas Wisada
Dikatakan Wisada, saat ini pihaknya telah menyiapkan upaya untuk melakukan relokasi terhadap pohon perindang yang ada di kawasan proyek pelebaran Jalan Imam Bonjol untuk ditanam di kawasan lainya. Sedangkan untuk pohon yang akan ditanaman di kawasan pelebaran Jalan Imam Bonjol tersebut yakni jenis pohon ketapang Kencana dan Pohon Buwur. Pohon ini merupakan jenis tumbuhan yang memiliki akar kuat namun tidak menjalar kepermukaan jalan.
"Jadi yang kami inginkan itu pohon yang sudah pasti tumbuh, yakni diameternya 30 Cm, sehingga pasti tumbuh," ujarnya.
Sementara, dikonfirmasi terpisah Kabid Dalops, Dishub Kota Denpasar, Ketut Sriawan mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah melaksanakan koordinasi bersama seluruh instansi terkait seperti Dishub Provinsi Bali, Dishub Kabupaten Badung, Satlantas Polresta Denpasar, Polda Bali untuk menerapkan rekayasa lalu lintas. Sehingga penumpukan kendaraan akibat pelaksanaan proyek dapat diminimalisir.
Dikatakan lebih lanjut, selama pelaksanaan proyek pelebaran jalan Imam Bonjol ini nantinya kendaraan khususnya truk dan bus tidak diperkenankan lewat. Larangan ini akan didukung dengan pemasangan rambu-rambu sementara di beberapa titik persimpangan.
"Nantinya melalui info display di masing-masing traffic light kita informasikan kepada pengguna jalan agar menghindari Jalan Imam Bonjol selama pengerjaan proyek, khusus truk dan bus tidak diperkenankan lewat selama proyek, dan Dishub selalu menyiapkan petugas di setiap titik," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Satker Pelayanan Jalan Nasional Metropolitian Denpasar, AA Gede Sanjaya didampingi PPK Pelebaran Jalan Imam Bonjol, IB Artamana dalam keterangannya Rabu (24/1) di Denpasar menjalaskan bahwa kemacetan di kawasan Jalan Imam Bonjol, Denpasar sudah tergolong jenuh. Kondisi yang demikian sering terjadi di jam sibuk atau saat kebanyakan masyarakat pulang kerja. Sehingga, dipandang perlu untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.
Dikatakan Sanjaya, adapun panjang ruas Jalan Imam Bonjol yang akan dilebarkan yakni sepanjang 2,25 Km yang keseluruhanya memanfaatkan Sunga Teba dengan pemasangan Box Colvert yang berukuran 5 Meter X 3 Meter sebagai jalur pelebaran. Untuk parkerasan, sedianya akan digunakan perkerasan berbutir dan aspal. Sedangkan untuk saluran drainase nantinya akan menggunakan U-ditch.
"Kami menggunakan Box Colvert yang keseluruhan bahannya telah diuji, sehingga nantinya aman digunakan," jelasnya
Sanjaya menambahkan, Proyek yang ditangani PT. Wijaya Karya ini sedianya akan mengabiskan anggaran sebesar Rp. 181.297.991.000,- atau Rp. 181 Miliar lebih yang keseluruhanya merupakan dana APBN. Sanjaya mengaku optimis bahwa proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan kontrak yakini selama 400 hari sejak tandatangan kontrak 27 November 2017 lalu dan diprediksi selesai pada 31 Desember 2018 mendatang.
"Di Kontrak kan Desember tahun 2018, tapi kita target agar bisa lebih cepat," paparnya.Nantinya, jalan Imam Bonjol yang awalnya memiliki lebar 9 meter ini setelah dilakukan pelebaran sedianya akan bertambah menjadi 14 meter. Dimana, dari keseluruhan 14 meter ini akan direncanakan pembuatan 4 jalur dua arah.
"Jadi sebelumnya lebar jalan 9 meter, setelah proyek ditarget menjadi 14 meter, nah itu akan kita buat empat jalur dua arah," tandasnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/gus
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2282 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026