Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Ribuan Ayam Boiler Hanyut Terbawa Aliran Banjir
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ribuan ayam boiler hanyut terbawa aliran banjir bercampur lahar di Selat, Karangasem. Ribuan ayam umur 18 hari milik Made Sudarma warga Dusun Pegubugan, Duda, Selat, Karangasem, tersapu aliran banjir pada Kamis (01/02) sekitar pukuk 05.30 wita.
Menurut Sudarma, didalam kandang tersebut terdapat sekitar 4500 ekor ayam dengan harga rata - rata per-ekor mencapai Rp.25.000.
Namun dari jumlah seluruhnya setengahnya hanyut terbawa aliran dan banyak yang mati akibat terendam air bercampur lumpur. "Kejadiannya tadi pagi, ada total 2250 ekor yang hanyut dan banyak yang mati juga," ujar Sudarma.
Sudarma sendiri sebelumnya sudah sempat membuat upaya pengamanan dengan cara membuat tanggul beton setinggi satu meter lebih untuk menahan air sehingga tidak masuk kekandangnya. Namun akibat terjangan bajir terlalu deras akhirnya tanggul jebol dan air masuk ke kandang.
Sudarma mengakui selain ribuan ayam yang hanyut, juga terdapat 30 sak pakan ayam ikut terbawa aliran banjir. Sementara ayam yang bisa diselamatkan diobral dengan harga murah Rp.5 .000 per -ekornya.
Selain itu ayam yang masih lemas dibebaskan dan dipungut oleh warga sekitar.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2497 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun