Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pulang Kerumah Akibat Lokasi Pengungsian Digunakan Tempat Upacara Agama
Nasib Pengungsi Gunung Agung
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sekitar 53 orang dari 16 KK pengungsi Gunung Agung asal Desa Bhuana Giri terpaksa pulang kerumah pada Selasa (06/02).
Para pengungsi tersebut terpaksa meninggalkan posko pengungsian yang berada di Desa Macang, Bebandem, Karangasem, karena lokasi tersebut dijadikan tempat upacara agama.
Para pengungsi yang kebanyakan bertempat tinggal di daerah radius kurang dari 6 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung tersebut terpaksa pulang lantaran lokasi tempat mengungsi tersebut merupakan pesucian desa yang merupakan tempat untuk melakukan persiapan pembuatan upakara dan tempat penyimpanan.
"Sehubungan akan dipergunakan untuk persiapan upacara "Bethare turun kabeh" dan persiapan upacara "Ngaben" masal, sehubungan tempat tersebut adalah pesucian Desa tempat untuk persiapan pembuatan upakara dan tempat penyimpanan upakara lainnya," kata Kepala Desa Macang Ni Putu Dewi Suryanti,SH saat dikonfirmasi terkait kepulangan pengungsi tersebut.
Menurut Suryanti, seluruh pengungsi yang terpaksa dipulangkan tersebut kemungkinan akan kembali kerumahnya masing – masing.
Mengingat para pengungsi belum mendapatkan lokasi pengungsian yang baru.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2752 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun