Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Indonesia Diharapkan Mampu Menjadi Teladan Implementasi KNPDB.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Indonesia diharapkan mampu menjadi teladan dalam implementasi Kerangka Nasional Penanganan Darurat Bencana (KNPDB). Indonesia juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi negara-negara di dunia dalam upaya penyusunan KNPDB. Harapan tersebut disampaikan Duta Besar Selandia Baru Trevor Matheson saat menyerahkan dokumen KNPDB kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei pada Rabu (21/2) di Sidang Komisi II di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali.
[pilihan-redaksi]
Dokumen KNPDB merupakan dukungan Pemerintah Selandia baru terhadap penanggulangan bencana di Indonesia. KNPBD yang biasa dikenal dengan National Disaster Response Framework (NDRF) dalam implementasinya berbentuk kerjasama kemitraan dan sekaligus upaya pembelajaran kompleksitas riil penanganan bencana.
Duta Besar Trevor mengungkapkan Indonesia sebagai negara kepulauan akan memiliki tantangan besar dalam mengimplementasikan upaya penanganan bencana. “Sebab Indonesia adalah negara nusantara terbesar, yang membentang dengan beragam budaya dan lanskap geografi yang kompleks dan berbentuk pemerintahan desentralisasi. Pastilah bukan suatu tugas mudah untuk mengkoordinasi beragam organisasi dalam melakukan penanganan darurat.” papar Trevor
[pilihan-redaksi2]
Koordinator penyusunan KNPDB Sugeng Triutomo mengatakan bahwa hanya ada tiga negara yang memiliki kerangka semacam ini, yaitu Amerika Serikat, Kanada dan Selandia Baru. Inti dari kerangka adalah siapa melakukan apa dan bagaimana mekanismenya. Hal ini disebabkan karena penanganan darurat sarat multisektor, multipihak, dan multibahaya membutuhkan koordinasi dan komando. “Kerangka ini diperlukan untuk menjawab fungsi koordinasi dan komando dalam penanganan darurat bencana.” ujar Triutomo
Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan bahwa prinsip penyusunan kerangka ini untuk acuan penanganan dan untuk penyusunan petunjuk operasional. “Kerangka ini penting, di dalamnya ada boks-boks yang diatur secara jelas siapa yang memiliki tanggung jawab tertentu sehingga adanya framewok ini tidak ada tabrakan satu sama lain” kata Rampangilei
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2282 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan