Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Jokowi: Sertifikat Tanah Jangan Digunakan untuk Metajen
Sabtu, 24 Februari 2018,
05:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Presiden Joko Widodo berpesan kepada masyarakat penerima sertifikat tanah, agar menyimpan sertifikat tanahnya dengan baik. Sertifikat itu bisa digunakan untuk agunan meminjam uang di bank.
[pilihan-redaksi]
“Kalau sudah pegang uang dari bank jangan dipakai untuk metajen,” pesan Jokowi saat menyerahkan 15.000 sertifikat tanah kepada masyarakat Tabanan, di Taman Pujaan Bangsa ( TPB Margarana, Tabanan, Jumat ( 23/2/2018).
Selain menyimpan sertifikat dengan baik dengan cara diberi plastik agar tidak rusak ketika genteng rumah bocor, Presiden Jokowi juga berpesan agar sertifikat tanah yang telah dipegang tersebut difotocopy.
“Sertifikat itu difotocopy, karena fotocopy itu penting, kalau sertifikat hilang ngurusnya akan lebih mudah di BPN,” tandas Jokowi.
Presiden Jokowi pada kesempatan itu mengakui dimana mana kalau sudah pegang sertifikat, pinginnya disekolahin.
“Apa di Bali juga begitu ?”, tanya Jokowi yang disambut tepuk tangan ribuan masyarakat Tabanan.
Jokowi melanjutkan, agar produktif sertifikat itu bisa dipakai jaminan ke bank.
“Kalau sudah pegang uang dari bank jangan digunakan metajen (judi adu ayam), seperti yang diutarakan Pak Gubernur tadi,” tegas Jokowi yang kembali disambut riuh tepuk tangan ribuan masyarakat Tabanan.
Jokowi juga meminta masyarakat mengukur sesuai kemampuan ketika sudah menggunakan sertifikat sebagi agunan atau jaminan pinjaman di bank.
“Kalau pinjam Rp 30 Juta, jangan separuhnya dipakai untuk beli sepeda motor. Hanya satu minggu saja bisa keliling kampung dengan sepeda motor, setelah itu sepeda motornya ditarik deler karena tidak bisa bayar. Sesuaikan dengan kemampuan dan bisa dicicil,” tambahnya.
Ia juga berpesan kalau pinjam Rp 30 Juta semuanya dipakai untuk modal kerja atau investasi. Setelah untung Rp 1 juta atau Rp 2 Juta barulah dipakai untuk beli sepeda motor.
“Hati hati pinjam di bank dihitung dan dikalkulasi, kalau masuk diambil kalau gak masuk jangan diambil,” tandasnya.
Program sertifikat tanah ini dimulai sejak tahun 2017 ditarget pada menteri Agaria dan Tata Ruang menyelesaikan 5 juta sertifikat tanah dan sudah terealisasai. Sedangkan untuk tahun 2018 ini targetnya harus selesai 7 juta sertifikat tanah, sedangkan di tahun 2019 harus selesai 9 juta.
[pilihan-redaksi2]
“Karena target kita tahun 2020 semua tanah sudah tersertifikat,” tandasnya.
Jokowi menambahkan, dari seluruh daerah sebagian besar terjadi kasus sengketa tanah. Baik itu antara masyarkat dengan pemerintah, masyarakat dengan pengusaha dan masyarakat dengan masyarkat.
“Ini yang harus kita tuntaskan,” tandasnya. Seharusnya di Indonesia sudah ada 126 juta sertifikat tanah. Namun saat ini baru 51 juta.
“Untuk itu saya genjot bapak menteri dengan target dari tahun 2017, 2018 dan 2019,” pungkasnya.
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026