Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
Bedah Buku Geger Nusantara, Majapahit Ada di Trowulan Atau Bungkulan?
Sabtu, 24 Februari 2018,
06:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komunitas Surya Majapahit dan Beritabali.com, Jumat (23/2/2018) menggelar diskusi dan bedah buku "Geger Nusantara: Medang I Bumi Mataram Gerbang Kejayaan Majapahit".
[pilihan-redaksi]
Diskusi dan bedah buku ini mengambil tempat di Kantor Redaksi Beritabali.com, di daerah Kesambi Baru, Kerobokan, Badung. Acara dihadiri tim penulis buku yakni Iwan Pranajaya, Catur Virgianto, dan Wayan Karben.
"Buku ini merupakan buku Geger Nusantara yang kedua. Buku kedua ini kami buat untuk lebih menguatkan bukti bahwa Pusat Kerajaan Majapahit itu memang ada di Bali, dalam hal ini di Bungkulan Buleleng, dan bukan di Trowulan Jawa Timur, seperti yang kita pahami selama ini," kata Iwan.
Menurut Iwan, di buku setebal 161 halaman ini, hampir seluruh halamannya memuat foto-foto peninggalan kejayaan Majapahit yang ada di Bali.
"Banyak peninggalan-peninggalan Kerajaan Majapahit yang tersebar di Bali, dan itu sudah sangat banyak bercerita lewat pembacaan ikonografi atau simbol-simbol yang ditinggalkan para leluhur kita lewat relief-relief yang ada di pura-pura yang ada," ujarnya.
Buku ini juga menyatakan dengan tegas bahwa pusat Kerajaan Majapahit berada di wilayah Bungkulan Buleleng, Pesisir Bali Utara, dan bukan di Trowulan Jawa Timur.
"Ini bisa kami buktikan, antara lain dengan ditemukannya stempel Kerajaan Majapahit di Bungkulan, struktur kawasan sebuah bekas kerajaan, bangunan berciri khas Mataram Kuno dan Majapahit, serta berbagai bukti-bukti dan peninggalan peninggalan sejarah lainnya yang kami siap pertanggungjawabkan," ujarnya.
Buku ini juga mengulas dengan gamblang tentang sosok Raja Udayana, sosok Mahapatih Gajah Mada, sosok Kebo Iwa, dan sosok para leluhur Nusantara lainnya.

[pilihan-redaksi2]
"Kami yakin buku ini pasti menimbulkan pro dan kontra, tapi kami siap untuk mempertanggungjawabkannya dengan argumen-argumen, data-data dan logika yang masuk akal, bukan dengan argumen argumen atau pertentangan tanpa dukungan data-data dan bukti bukti kuat," ujarnya.
Sementara ahli sejarah Bali, Prof. I Gde Parimarta, dalam kata sambutannya di buku ini menyatakan, buku ini memang membuat para pembaca geger, karena buku ini menyebutkan Bali utara sebagai pusat pemerintahan Majapahit.
"Di sini Iwan Pranajaya tengah mencari kebenaran sejarah Bali. Secara metodologis penulis memusatkan sudut pandangnya dari Bali utara," ujarnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5993 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2654 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2315 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026