Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Rai Mantra Serap Aspirasi Masyarakat Jembrana
Jumat, 2 Maret 2018,
05:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Calon Gubernur Bali, Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra, Kamis (1/3/2018) menyapa masyarakat di Kabupaten Jembrana. Selain memaparkan sejumlah program Nawacandra, Rai Mantra juga menyerap aspirasi masyarakat Gumi Makepung demi terwujudnya Bali Shanti dan Jagadhita berlandaskan Tri Hita Karana. Selain ke pasar-pasar tradisional, Rai Mantra juga bertatap muka dengan para krama Subak dan nelayan di Jembrana.
[pilihan-redaksi]
Cagub Bali yang berpasangan dengan Cawagub I Ketut Sudikerta ini blusukan ke Pasar Umum Yehembang dan Pasar Umum Negara yang menjadi jantung perekonomian masyarakat. Di dua lokasi tersebut, Rai Mantra menyapa dan bercengkerama langsung dengan para pedagang dan pembeli. Sejumlah pedagang menyampaikan permasalahan terkait masalah kebersihan, parkir dan sejumlah fasilitas yang diinginkan.
Cagub nomor urut 2 ini juga bercengkerama dengan para sopir angkutan kota dan angkutan desa yang menunggu di Terminal Umum Negara.
“Yang penting bagaimana para pedagang dan UKM, bisa mendapatkan akses mudah dalam menguatkan dan mengembangkan usaha mereka. Seperti untuk permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan mempermudah perizinan,” ujarnya.
Salah satu misi Mantra-Kertha adalah mengembangkan Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Kreatif.
Cagub Bali yang didukung Koalisi Rakyat Bali (KRB) ini juga menyempatkan diri menyambangi LPD di Desa Yehembang. Rai Mantra menilai LPD di desa di Kecamatan Mendoyo itu sudah melaksanakan swaka dharma-nya dalam pelayanan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian Krama Desa Pekraman. Salah satunya lewat Penyekahan massal dimana umat tidak terbebani berat dalam artian gratis. “Ini yang merupakan tujuan kebudayaan yang berkelanjutan.
Kita harus memperkuat dan mengembangkan kembali, program-program ekonomi dan manajerial serta pemenuhan kapasitas kemampuan untuk menunjang kebudayaan yang berkelanjutan,” terangnya.
LPD membantu umat dalam kegiatan umat baik Dewa Yadnya maupun Pitra Yadnya. Hal inilah yang menurutnya perlu lebih dimassiv-kan lagi. Mantra-Kerta mengaplikasikan keinginan masyarakat itu melalui program Nawacandra yang salah satunya gratis biaya ngaben, nyekah dan metatah massal (Kartu Yadnya Nawacandra).
[pilihan-redaksi2]
Selain perekonomian, Mantra-Kerta juga konsen dengan pertanian dan kelautan Bali termasuk di Kabupaten Jembrana. Dalam simakrama dengan krama Subak Jelinjing Budeng, Rai Mantra memaparkan pentingnya pertanian di Bali. Mulai dari permodalan, pengolahan hingga pascapanen. Membangun pertanian berkelanjutan yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan nilai tambah. Melalui Kartu Tani Nawacandra, kebutuhan petani mulai permodalan dengan Perbankan, kebutuhan pupuk bersubsidi hingga dana talangan pembelian gabah.
Dalam pertemuan itu, sejumlah krama subak menyampaikan permasalahan diantaranya mahalnya biaya produksi pertanian saat ini. Menurut Rai Mantra, perlunya pemanfaatan teknologi mulai dari tanam hingga panen guna menekan beban biaya. Begitu halnya dalam pembelian gabah petani agar tidak anjlok melalui dana talangan.
Sementara itu, di Desa Pengambengan, Rai Mantra menyambangi para nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Sudah hampir dua tahun ini, para nelayan mengalami paceklik ikan. Dalam silaturahmi dengan para nelayan dan tokoh masyarakat di Dusun Ketapang, Rai Mantra menilai perlunya sosialisasi dan pendekatan agar para nelayan mau bergerak dan berpindah pada hal yang lebih kompleks dengan memanfaatkan teknologi.
Disamping dengan penguatan dari Koperasi Nelayan dari sisi permodalan. “Untuk bisa meningkatkan kapasitas dan produksi mereka. Kalau melakukan hal yang konvensional, akan terjadi keterbatasan, seperti paceklik dan cuaca,” terangnya.
Cagub Bali nomor urut 2 ini sangat berkeinginan nelayan di Pengambengan nantinya bisa mengarungi Samudera seperti kapal-kapal nelayan asal Jepang dan Korea yang bersandar di Benoa.
“Masyarakat di sini tidak kalah dalam kemampuan melaut dengan mereka (Jepang dan Korea). Kalau bisa meningkatkan kapasitas lagi, saya yakin nelayan Pengambengan bisa seperti nelayan di Jepang dan Korea,” pungkasnya. [bbn/rls/psk]
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5940 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4654 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026