Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Tabanan Salah Satu dari 6 Kabupaten Se-Indonesia Terpilih untuk Program RIF
Rabu, 21 Maret 2018,
09:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com.Tabanan, Kabupaten Tabanan terpilih sebagai satu dari 6 Kabupaten di Indonesia yang menerima bantuan Program Responsive Innovation Fund (RIF). Program ini adalah proyek bantuan teknis senilai Rp 6 miliar dengan alokasi Rp 1 miliar untuk setiap kawasan.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut terungkap dalam penandatanganan perjanjian kerja sama Kemitraan Proyek Inovasi 6 Daerah Pilot RIF tahap pertama di Hotel Pullman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (20/3).
Hal tersebut terungkap dalam penandatanganan perjanjian kerja sama Kemitraan Proyek Inovasi 6 Daerah Pilot RIF tahap pertama di Hotel Pullman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (20/3).
Menjadi satu-satunya Kabupaten di Bali yang terpilih, Bupati Eka dalam kesempatan tersebut mengungkapkan rasa syukurnya dan ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan sekaligus pengetahuan dalam mengelola sumber daya yang dimiliki Pemkab Tabanan.
"Saya mengucapkan terimakasih telah diberikan kesempatan sekaligus pengetahuan tentang mengelola sumber daya yang kami miliki. Karena bentuk apapun program tersebut jika kita tidak siapkan SDM maupun pendanaannya maka suatu program tidak akan berjalan dengan sempurna. Kami sangat merespon baik program kerjasama ini dan kami telah menandatangani MoU kerjasama program RIF dalam pengembangan ekonomi lokal yang ada di Tabanan”, ujar Eka.
Dijelaskannya pogram RIF merupakan program yang akan beroperasi selama tiga tahun untuk mendukung proyek-proyek yang ada di kabupaten terpilih. Pada tahun ini RIF telah memilih enam kabupaten yang lolos uji proposal inovatif yang telah diajukan.
"Pemkab Tabanan sendiri telah mengajukan program yang diberinama NIKOSAKI yaitu pengembangan sektor pertanian agribisnis nira, kopi, salak dan kelapa yang menjadi unggulan di Tabanan.
Bupati Eka menambahkan, selain itu, Pemkab Tabanan juga mengembangkan ekonomi inovatif melalui pengolahan hasil tani yang dimiliki.
“Tabanan memiliki program 1 desa 1 produk unggulan untuk itu kami akan terus melatih petani kita agar menjadi mandiri yang tentunya didukung oleh Bumdes yang kami miliki. Selain itu dalam pengolahan ada strategi yang meningkatkan ekonomi inovatif misalnya beras itu dijual tidak hanya dalam bentuk beras melainkan sudah diolah dalam bentuk lain seperti teh beras merah sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi”, papar Bupati Eka.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Tabanan Bali Ida Bagus Wiratmaja, menyampaikan dukungannya terhadap kerjasama tersebut. Dikatakannya program kerja sama ini merupakan dukungan diberikan agar kami dapat mengolola SDM dengan baik.
"Terutama dalam memberdayakan SDM kesetaraan gender seperti mengajarkan para wanita tani tidak hanya untuk mengolah sesuatu menjadi produk nilai tambah melainkan ktia juga akan membantu untuk menjamin pasarnya melalui Bundes sesuai bisnis plan kemudian dibeli oleh BumDa, sehingga kita bisa menyelesaikan seluruh permasalahan dari hulu ke hilirnya”, tutur Wiratmaja.
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu, Direktur DTTP Bappenas Sumedi Andono yang juga hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi kepada seluruh Pemerintah Daerah yang telah berhasil menjadi penerima bantuan Responsive Innovation Fund (RIF) tahap pertama.
Sementara itu, Direktur DTTP Bappenas Sumedi Andono yang juga hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi kepada seluruh Pemerintah Daerah yang telah berhasil menjadi penerima bantuan Responsive Innovation Fund (RIF) tahap pertama.
“Pertemuan hari ini merupakan komitmen untuk membangun desa dari kerjasama yang dilakukan oleh Pemerintah Kanada bersama Badan Pembangunan Nasional (Bapenas) dan setiap daerah pasti memiliki potensinya masing-masing untuk itu kita harus melatih kemampuan kita dalam membangun daerah bukan kerjasama dengan bantuan dana melainkan kerjasama untuk mengelola agar SDM menjadi lebih produktif dan mendukung keunggulan daerah sehingga menjadi unggulan yang kompetitif”, jelas Sumedi.
Bantuan RIF merupakan bentuk kemitraan pemerintah Indonesia dengan pemerintah Kanada melalui National Support for Local Investment Climates (NSLIC) atau National Support for Enhanching Local and Regional Economic Development (NSELRED) yang diimplementasikan oleh Cowater Sogema. (bbn/rlstbn/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6023 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2354 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026