Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kasus Turis Duduk di Padmasana, Kedepan Koster Larang Wisatawan Masuk Pura
Sabtu, 21 April 2018,
00:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster turut prihatin mendengar kabar adanya turis asal Eropa yang naik ke Pelinggih di Pura Gelap Besakih. Tak hanya itu, turis yang belum diketahui identitasnya itu juga duduk atas Padmasana Pura Gelap. Sontak hal ini memantik reaksi banyak pihak, tak terkecuali Wayan Koster.
Menurut Koster, apa yang dilakukan oleh wisatawan itu sudah di luar batas kewajaran. "Ini sudah keterlaluan," sesal Koster di hadapan ribuan warga di Desa Pakraman Kedungu, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Kamis 19 April 2018.
Koster tak ingin hal ini kembali terulang. Ke depan, dalam rangka menjalankan konsep yang diusungnya yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Koster tak ingin ada lagi tamu asing yang diizinkan masuk ke tempat persembahyangan. "Dia cukup melihat dari jarak jauh saja. Ini harus diatur agar juga khusyuk mereka yang sembahyang," ujarnya.
Koster lantas memiliki gagasan agar turis yang ingin mengetahui detail sejarah Pura Besakih tanpa menyalahi aturan dan tata krama yang diusung umat Hindu Bali. Salah satunya adalah dengan membuatkan gedung di depan Pura Besakih yang berisi sejarah Pura Besakih secara lengkap.
"Nanti kita buatkan gedungnya. Jadi lengkap nanti, siapa yang membuat Pura Besakih, sejarahnya bagaimana, apa saja Pelinggihnya, sastranya bagaimana dan lainnya itu nanti ditayangkan melalui video," ujar Koster.
Hal itu dilakukan untuk menjaga kesakralan Pura Besakih. Koster berkomitmen untuk menjaga penuh kesakralan Pura Besakih dan Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem. "Pura Besakih dan Gunung Agung-nya harus dijaga kesakralannya. Tidak bisa diperkosa seperti itu," papar dia.
Menurutnya, hal ini yang membuat Bali kehilangan taksunya. "Melalui konsep ini (Nangun Sat Kerthi Loka Bali) saya ingin mengembalikan kearifan lokal, tradisi berdasarkan sastra Bali. Saya ingin Bali menjadi pusat peradaban dunia. Agar Bali tetap suci, agung dan dengan begitu menjadi magnet bagi orang untuk datang ke Bali. Dari sana perekonomian Bali akan dibangun," ujarnya.[bbn/rls/psk]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026