Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 Juli 2026
Bali Liang: Paket Wisata ke Bali Dijual Sangat Murah
Senin, 18 Juni 2018,
07:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Perkumpulan Biro Perjalanan Wisata (BPW) Bali Liang (market Tiongkok) menyoroti murahnya paket wisata ke Bali yang dijual biro perjalanan wisata tertentu. Hal ini dinilai akan merugikan dunia pariwisata Bali. Bali Liang meminta agar hal ini diatur untuk menjaga kualitas dunia pariwisata Bali dan melindungi pelaku usaha pariwisata atau BPW yang resmi.
[pilihan-redaksi]
Hal ini disampaikan Ketua Perkumpulan Biro Perjalanan Wisata Bali Liang, Elsye Deliana di Denpasar, belum lama ini. Wanita yang akrab dipanggil Meilan ini menambahkan, saat ini banyak BPW ilegal yang beroperasi di Bali, tanpa memiliki ijin resmi dari pihak berwenang dan juga tidak membayar pajak kepada negara.
"Banyak BPW tidak berijin yang beroperasi di Bali, bahkan hingga bertahun-tahun," tandasnya.
BPW ilegal, khususnya market Tiongkok, kata Mei lan berbisnis di Bali tanpa ijin dan juga merusak harga pasar. BPW ini diduga menjual paket tur ke Bali dengan harga sangat murah.
[pilihan-redaksi2]
"Contohnya, ada yang menawarkan tur ke Bali dari Beijing selama 6 hari, 1 malam di Singapura, 5 hari di Bali hanya Rp 5 juta sudah termasuk tiket pesawat pulang pergi, hotel, makan, dan trasnportasi selama tur. Bahkan ada lagi paket tur ke Bali yang harganya lebih murah. Bagaimana kami BPW yang resmi di Bali bisa bersaing dengan mereka itu," ujarnya.
Meilan berharap kedepan upaya penertiban BPW bodong di Bali terus dilakukan secara konsisten. BPW yang tidak berijin agar ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.
"Market wisatawan Tiongkok ke Bali sangat besar. Setiap hari ada 10 hingga 15 pesawat dengan 2.000 hingga 3.000 penumpang yang datang ke Bali. Tahun 2018 ditargetkan ada 2 juta wisatawan Tiongkok ke Bali. Akan banyak travel yang muncul, jika tidak ditertibkan akan muncul persaingan yang tidak sehat. Mari kita berbisnis sesuai dengan aturan yang ditentukan pemerintah, bersaing yang sehat, dan ikut peraturan daerah Bali," pungkasnya.[bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026