Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 20 September 2026
Catur Menghindarkan Anak dari Kecanduan Game Online
Senin, 9 Juli 2018,
13:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Olahraga catur dapat dijadikan alternatif untuk menghindarkan anak dari dampak negatif kecanduan game online.
[pilihan-redaksi]
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Bali, Sang Putu Subaya mengatakan maraknya kasus kecanduan game online pada anak membuat prihatin sejumlah pihak. Tak tanggung-tanggung, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan daftar game yang dianggap berbahaya bagi anak.
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Bali, Sang Putu Subaya mengatakan maraknya kasus kecanduan game online pada anak membuat prihatin sejumlah pihak. Tak tanggung-tanggung, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan daftar game yang dianggap berbahaya bagi anak.
Pengumuman tersebut merujuk sebuah penelitian di Iowa State University Amerika Serikat yang mengungkapkan bahwa bermain game yang mengandung unsur kekerasan selama 20 menit dapat menyebabkan seorang anak “mati rasa”. Anak akan mudah melakukan kekerasan dan kehilangan empati, tidak bisa menghormati orangtua, tidak fokus belajar, dan sebagainya.
Anak selalu tidur malam dini hari sehingga sulit bangun pagi. Untuk menangani hal itu anak harus diberi saluran aktivitas yang menarik sehingga mereka tak sampai kecanduan game online. Salah satu aktivitas yang baik untuk itu adalah bermain catur.
Ia memaparkan tentang keunggulan olah raga catur untuk diperkenalkan kepada anak-anak khususnya di Bali. Hal itu disampaikan pada pidato sambutannya saat membuka Kejuaraan Catur Beregu (KCB) Non Master Se Bali II yang diselenggarakan di Hall Puri Satria, Minggu (8/7/2018).
Menurut Sang Tu, demikian ia akrab disapa, olahraga catur memiliki beberapa keunggulan yang baik untuk pembentukan karakter anak, yakni mengajarkan anak untuk berpikir logis dan kalkulatif, berpikir beberapa langkah ke depan sebelum melakukan tindakan, tegas pada apa yang telah diputuskan karena dalam pertandingan catur membatalkan langkah yang sudah diambil tidak diperkenankan, dan banyak lagi filosofi penting lainnya.
[pilihan-redaksi2]
Itu sebabnya Sang Tu sangat bangga dan getol menyebarkan olahraga catur ini ke seluruh Bali. Sehingga pihaknya sangat mendukung setiap prakarsa dari masyarakat pecinta catur dalam menyelenggarakan turnamen atau kejuaraan dari cakupan desa, kecamata, provinsi, apalagi regional dan nasional.
Itu sebabnya Sang Tu sangat bangga dan getol menyebarkan olahraga catur ini ke seluruh Bali. Sehingga pihaknya sangat mendukung setiap prakarsa dari masyarakat pecinta catur dalam menyelenggarakan turnamen atau kejuaraan dari cakupan desa, kecamata, provinsi, apalagi regional dan nasional.
"Semua upaya itu selain untuk memajukan olahraga catur di Bali dan Indonesia, juga untuk membentuk karakter unggul generasi muda kita sehingga sanggup berkompetisi dalam persaingan global dan menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang unggul," ucapnya.
Sebagai organisasi induk olahraga catur di Bali, menurut Sang Tu Percasi Bali berupaya keras untuk memfasilitasi kegiatan pemajuan olahraga catur di seluruh Bali baik untuk pencarian atlet maupun untuk menjadikan olahraga ini sebagai olahraga rakyat yang digemari seluruh usia. (bbn/aba/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8071 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5660 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2394 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026