Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dampak Kebakaran Kapal Rusak Hutan Mangrove, FPM Akan Gugat Pihak Terkait
Selasa, 10 Juli 2018,
10:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. LSM lingkungan Forum Peduli Mangrove (FPM) berencana akan menggugat pihak yang terkait atas peristiwa kebakaran 40 kapal di Benoa Senin (9/7) dini hari kemarin karena dikhawatirkan dampaknya jika berpotensi merusak kawasan mangrove.
[pilihan-redaksi]
“Jangan sampai merugikan hutan Mangrove yang selama ini telah dirawat oleh FPM. Akibat limbah yang mencemarkan perairan, keteledoran atau apapun alasannya harus ada yang bertanggung jawab. Pemerintah dan aparat kepolisian harus bertindak tegas, masyarakat juga harus protes keras,” ujar pendiri FPM Heru Budi Wasesa SE, Msi (Han),Senin (9/7) di Denpasar.
“Jangan sampai merugikan hutan Mangrove yang selama ini telah dirawat oleh FPM. Akibat limbah yang mencemarkan perairan, keteledoran atau apapun alasannya harus ada yang bertanggung jawab. Pemerintah dan aparat kepolisian harus bertindak tegas, masyarakat juga harus protes keras,” ujar pendiri FPM Heru Budi Wasesa SE, Msi (Han),Senin (9/7) di Denpasar.
Ia memprotes keras kebakaran yang terjadi di pelabuhan dermaga barat Teluk Benoa pada Senin (9/7) dini hari tepatnya pukul 02.00 wita. Kebakaran ini tentu berdampak pada pencemaran lingkungan yang ada di sekitarnya, baik kehidupan biota laut maupun hutan mangrove yang ada di kawasan Teluk Benoa.
Heru Budi Wasesa juga menyoroti kenapa selama ini kawasan Teluk Benoa yang dianggap suci justru terlihat dimarjinalkan terutama hutan mangrovenya. “FPM sejak tahun 2012, selalu berupaya memperhatikan dan merawatnya dengan sekuat tenaga mengorbankan semua untuk merawat dan melestarikan mangrove yang ada di Teluk Benoa,”tegas Heru.
Bahkan lanjut Heru, kehadiran delegasi IMF di Teluk Benoa beberapa waktu lalu FPM juga hadir memperlihatkan kerja nyata dalam merawat dan melestarikan hutan mangrove. “Teluk Benoa menjadi sebuah harapan bahwa pembangunan dan lingkugan harus seiring sejalan. Semoga ini bukan sebuah karma atas tidak konsistennya dan kepedulian semua pemangku kepentingan terhadap lingkungan.” tandas Heru.
[pilihan-redaksi2]
Sementara Ketua Umum Badan Independen Pemantau Pembangunan dan Lingkungan Hidup (BIPPLH), I Komang Gede Subudi mengatakan, peristiwa kebakaran di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa bisa jadi Karmapala (hukum sebab akibat-red) atas ketidakjujuran kita terhadap pengelolalaan lingkungan selama ini.
Sementara Ketua Umum Badan Independen Pemantau Pembangunan dan Lingkungan Hidup (BIPPLH), I Komang Gede Subudi mengatakan, peristiwa kebakaran di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa bisa jadi Karmapala (hukum sebab akibat-red) atas ketidakjujuran kita terhadap pengelolalaan lingkungan selama ini.
“Jangan sampai ini menjadi karma pala atas politisasi lingkungan hidup yang selama ini terjadi. Kita sering tidak jujur, bahkan munafik dan berlindung di balik pelestarian lingkungan. Padahal kita sendiri yang merusak lingkungan,” kata Komang Gede Subudi atas peristiwa kebakaran di kawasan Teluk Benoa yang sudah pasti mencemarkan lingkungan yang ada di sekitar kawasan konservasi itu. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026