Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Sidang Penggelapan Uang Rp 4,5 Miliar Berlangsung Hingga Malam
Rabu, 18 Juli 2018,
05:59 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Seperti biasa proses jalannya persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar berakhir paling lambat pukul 17.30 Wita. Namun hari Selasa (17/7) sidang berlangusng hingga malam pukul 19.00 Wita. Bahkan masih ada dua kasus lagi antre dan harus disidangkan.
Itu terjadi saat proses sidang yang mendudukkan seorang terdakwa bernama Johan Suganda (60) yang diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.
Tak tanggung-tanggung, uang yang diduga digelapkan terdakwa juga cukup banyak, yaitu berkusar Rp 2,4 miliar.
Dalam sidang pimpinan Hakim Novita Riama itu sudah masuk pada agenda pemeriksaan saksi sekaligus pemeriksaan terdakwa. Namun dihadapan majelis hakim terdakwa ngotot tidak bersalah.
Sementara itu sebagaimana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Ketut Hevy Yushantini memaparkan, kasus yang membelit terdakwa ini berawal saat terdakwa menemui korban Ali Haris di Ali Haris Property pada tanggal 1 Maret 2014 silam.
Saat itu kepada korban terdakwa menawarkan sebidang tanah yang disewanya untuk diover kontrak kepada korban. Kepada korban terdakwa mengatakan bahwa tanah yang disewanya itu memiliki prospek yang bagus untuk membuat vila dan perumahan.
Kemudian terdakwa bersama korban melihat lokasi tanah yang dimaksud yaitu di Umalas, Kerobokan, Badung.
"Saksi korban sempat bertanya kepada terdakwa soal perizinan untuk membangun vila dan perumahan diatas tanah yang disewa terdakwa tersebut,"ungkap JPU.
Oleh terdakwa dijawab tidak ada masalah untuk pembangunan vila maupun perumahan. Terdakwa lalu mengatakan luas tanah yang disewanya itu adalah 4.175 M2. Tapi setelah dilakukan pengukuran ternyata luasnya hanya 3.360 M2.
"Saat itu terdekat juga berjanji akan mengurus perijinan membangun vila dan perumahan,"sebut Jaksa Kejari Denpasar itu.
Singkat cerita korban pun bersedia mengambil alih kontrak tanah tersebut dari terdakwa dengan nilai sewa Rp 8.835 miliar.
Korban lalu membayar uang sewa tersebut secara bertahap hingga mencapai Rp 4,5 miliar. Setelah itu korban bertanya kepada terdakwa terkait izin pembuatan vila dan perumahan yang terdakwa janjikan.
Namun terdakwa malah meminta saksi korban untuk membayar lunas nilai sewa tanah yang sudah mereka sepakati. Korban yang merasa curiga dengan gelagat terdakwa lalu meminta saksi Nasar Talib untuk mengecek apakah terdakwa benar mengurus izin yang dijanjikan.
Setelah dilakukan pengecekan, ternyata terdakwa tidak pernah melakukan pengurusan perizinan yang dijanjikan. Dan parahnya lagi, sesuai dengan Perda Tata Ruang, sebagain tanah itu tidak bisa dibangun perumahan atau vila karena masuk dalam kawasan Budi daya pangan.
Korban yang merasa tertipu lalu menghubungi terdakwa dan meminta kembali uang Rp 4,5 miliar yang sudah korban bayarkan kepada terdakwa.
Tapi terdakwa malah menjawab tidak miliki uang. Akibat perbuatannya terdakwa yang didampingi Penasehat Hukumnya Edward Pangkahila.dkk dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP.[bbn/maw/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2327 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026