Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Jaksa Tuntut Terdakwa Penggelapan Uang Rp4,5 Miliar 3 Tahun Penjara
Selasa, 31 Juli 2018,
16:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Johann Suganda (60) yang terjerat kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan senilai Rp 4,5 miliar, oleh JPU dituntut hukuman 3 tahun penjara.
[pilihan-redaksi]
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Ketut Beby Yushantini dalam amar tuntutanya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Novita Riama menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tidak pidana penggelapan. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. "Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun,"sebut Jaksa Kejari Denpasar itu.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Ketut Beby Yushantini dalam amar tuntutanya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Novita Riama menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tidak pidana penggelapan. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. "Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun,"sebut Jaksa Kejari Denpasar itu.
Terdakwa yang didampingi pengacara Sharmila Thayeb dan Charlie Usfunan langsung mengajukan pembelaan secara lisan.
Inti dari pembelaan yang ajukan kuasa hukum terdakwa ni adalah memohon agar majelis hakim menjatuhkan vonis/hukuman yang seringan-ringannya.
Diberitakan sebelumnya, kasus yang membelit terdakwa ini berawal saat terdakwa menemui korban Ali Haris di Ali Haris Property pada tanggal 1 Maret 2014 silam. Saat itu kepada korban, terdakwa menawarkan sebidang tanah yang disewanya untuk diover kontrak kepada korban. Terdakwa juga mengatakan tanah yang disewanya itu memiliki prospek yang bagus untuk dibangun vila dan perumahan. Kemudian terdakwa bersama korban melihat lokasi tanah yang dimaksud yaitu di Umalas, Kerobokan, Badung.
“Saksi korban sempat bertanya kepada terdakwa soal perizinan untuk membangun villa dan perumahan di atas tanah yang disewa terdakwa tersebut,” ungkap JPU.
[pilihan-redaksi2]
Oleh terdakwa dijawab tidak ada masalah untuk pembangunan vila maupun perumahan. Terdakwa lalu mengatakan luas tanah yang disewanya itu adalah 4.175 M2. Tapi setelah dilakukan pengukuran ternyata luasnya hanya 3.360 M2. Singkat cerita korban pun bersedia mengambil alih kontrak tanah tersebut dari terdakwa dengan nilai sewa Rp 8.835 miliar.
Oleh terdakwa dijawab tidak ada masalah untuk pembangunan vila maupun perumahan. Terdakwa lalu mengatakan luas tanah yang disewanya itu adalah 4.175 M2. Tapi setelah dilakukan pengukuran ternyata luasnya hanya 3.360 M2. Singkat cerita korban pun bersedia mengambil alih kontrak tanah tersebut dari terdakwa dengan nilai sewa Rp 8.835 miliar.
Korban lalu membayar uang sewa tersebut secara bertahap hingga mencapai Rp 4,5 miliar. Setelah itu korban bertanya kepada terdakwa terkait izin pembuatan villa dan perumahan yang terdakwa janjikan. Ternyata terdakwa tidak pernah melakukan pengurusan perizinan yang dijanjikan. Dan parahnya lagi, sesuai dengan Perda Tata Ruang, sebagian tanah yang disewa terdakwa itu tidak bisa dibangun perumahan atau vila karena masuk dalam kawasan Budi daya pangan.
Korban yang merasa tertipu lalu menghubungi terdakwa dan meminta kembali uang Rp 4,5 miliar yang sudah korban bayarkan kepada terdakwa. Tapi terdakwa malah menjawab tidak miliki uang. (bbn/maw/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026