Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 2 Mei 2026
Anjeli Meninggal Usai Kibarkan Bendera di Tulamben Bersama "My Trip My Adventure"
Kamis, 9 Agustus 2018,
23:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Salah satu anggota komunitas difable Love Mother Nature Difable Dive Club bernama Ni Wayan Parwati alias Anjeli (37) asal Banjar Dinas Rame, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, meregang nyawa ketika mengikuti kegiatan pengibaran bendera merah putih yang diselenggarakan oleh salah satu program tv berjudul "My Trip My Adventure" di pantai Tulamben, Banjar Dinas Tulamben, Desa Tulamben, kecamatan kubu, Karangasem, Bali, Kamis (09/08) sekitar pukul 10.45 wita.
Peristiwa ini dibenarkan oleh Kapolsek Kubu, AKP. I Made Suadnyana ketika dikonfirmasi oleh media ini.
"Ya betul, salah satu anggota komunitas tersebut tewas dalam kegiatan pengibaran bendera di bawah laut bersama tim My Trip My Adventure," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa naas yang dialami Parwati tersebut dilaporkan oleh Aminullah yang juga selaku produser acara tv tersebut ke Polsek Kubu.
Kepada Polisi, Aminullah menuturkan bahwa pagi ini, Kamis (09/08) sekira pukul 09.00 wita sebelum melaksanakan kegiatan dive, terlebih dahulu diberikan penjelasan oleh I Nengah Mangku Putu selaku guide instructure.
Setelah mendapat serangkaian penjelasan oleh guide instructure, anggota dari komunitas difable love mother nature difable dive club bersama personil My Trip My Advencure yang seluruhnya berjumlah 7 orang termasuk korban dan pembawa acara program tersebut didampingi 9 orang guide dive langsung melaksanakan aktivitas Dive tersebut.
Saat kegiatan berlangsung, di kedalaman 6 meter saat melaksanakan pengibaran bendera merah putih selama kurang lebih 13 menit, di sana korban menyatakan baik-baik saja dengan menggunakan kode. Karena semua berjalan sesuai rencana, kemudian kegiatan dilanjutkan berkeliling seputran areal tersebut selama 10 menit.
Setelah berkeliling, korban juga memberikan kode bahwa tidak ada masalah. Setelah itu, salah seorang rekan kemudian mengajak korban untuk naik dimana saat itu sempat diberi kode dan korban menyatakan baik-baik saja.
Namun setelah sampai di permukaan air, salah seorang rekannya bermaksud berbicara kepada korban, hanya saja korban tidak nyaut nyahut, setelah dicek ternyata korban dalam kondisi lemas. Di sana korban lantas dibawa ke pantai dibantu rekan yang lainnya dan diberi pertolongan pertama. Karena kondisinya semakin memburuk kemudian dilarikan ke Puskesmas Kubu 1 namun setelah tiba di puskesmas dan dilakukan pemeriksaan korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
Sementara itu, berdasarkan hasil dari pemeriksaan tim medis dari Puskemas Kubu 1, Dr. I Ketut Agus Muliadi Artawan menyatakan, saat tiba di puskesmas Korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan masih menggunakan pakaian selam. Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban, namun keluar busa dari mulut korban dan lebam kebiru-biruan mayat pada muka korban.
Pihak keluarga korban dalam hal ini suami korban I Wayan Sugianto, menolak untuk dilakukan otopsi dan menyatakan sudah mengiklaskan kepergian Parwati.[bbn/igs/psk]
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 184 Kali
02
03
04
Polisi Bongkar 14 Kasus Narkoba di Badung, 15 Tersangka Ditangkap
Dibaca: 112 Kali
05
Gamelan Sakral Pura Dalem Panji Anom di Buleleng Dicuri, Krama Resah
Dibaca: 105 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026