Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 25 September 2026
Sensasi Air Terjun Kanto Lampo di Gianyar
Minggu, 12 Agustus 2018,
07:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com,Gianyar. Bagi pencinta objek wisata alam, mungkin tempat berwisata air terjun Kanto Lampo di Bajar Kelod Kangin, Desa Beng, Kabupaten Gianyar, Bali ini dapat diajadikan salah satu alternatif berwisata.
[pilihan-redaksi]
Cukup hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu setengah jam dari Bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung, Bali jika kondisi lalu lintas dalam keadaan lancar alias tidak macet, atau jika ditempuh dari pusat Kota Gianyar, Bali menuju air terjun Kanto Lampo waktu yang dibutuhkan selama 10 menit.
Cukup hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu setengah jam dari Bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung, Bali jika kondisi lalu lintas dalam keadaan lancar alias tidak macet, atau jika ditempuh dari pusat Kota Gianyar, Bali menuju air terjun Kanto Lampo waktu yang dibutuhkan selama 10 menit.
Air terjun yang namanya diambil dari salah satu nama pohon berbuah "Kanto Lampo" ini, menurut salah satu pemandu wisatawan di kawasan tersebut, Yoga menjelaskan rasa buahnya manis, dan hanya berbuah pada musim-musim tertentu saja.
Sebelum menikmati pemandangan ari terjun yang tingginya kurang lebih 15 meter tersebut, wisatawan harus menuruni 90 anak tangga. Selain itu juga, masih termasuk dalam areal air terjun, bisa ditemui juga areal yang diyakini oleh masyarakat setempat sebagai tempat suci.
Setelah menyusuri anak tangga, khususnya beberapa anak tangga mendekati ari terjun. Kondisinya, mulai agak curam dan sedikit licin, karena tangga tersebut dibentuk dari tebing-tebing diareal air terjun. Akan tetapi, meski demikian kondisi tersebut tetap mampu menunjang di areal air terjun tersebut terlihat lebih natural lagi.
[pilihan-redaksi2]
Disana wisatawan akan disuguhkan air terjun dengan tebing yang tidak beraturan. Yang semakin menambah menarik lagi pemandangan yang disuguhkan dari air terjun Kanto Lampo ini. Dengan tekstur tersebut, air yang jatuh menghantam tebing-tebing dia air terjun membuat percikan air menyebar ke segala arah. Ditambah lagi dengan pemandangan dan kemegahan tebing-tebing kokoh, yang sebagian sisi-sisinya ada yang ditutupi lumut.
Disana wisatawan akan disuguhkan air terjun dengan tebing yang tidak beraturan. Yang semakin menambah menarik lagi pemandangan yang disuguhkan dari air terjun Kanto Lampo ini. Dengan tekstur tersebut, air yang jatuh menghantam tebing-tebing dia air terjun membuat percikan air menyebar ke segala arah. Ditambah lagi dengan pemandangan dan kemegahan tebing-tebing kokoh, yang sebagian sisi-sisinya ada yang ditutupi lumut.
”Dari mulai dibuka empat tahun lalu, sebagian besar wisatawan yang sempat datang didominasi oleh, wisatawan dari negara Jepang, Australia dan wisatawan dari Eropa. Yang biasanya pengunjung, memanfaatkan keindahan air terjun maupun tebing disekitar air terjun sebagai latar belakang berfoto maupun berselfi,” katanya.
Untuk berkunjung ke objek air terjun Kanto Lampo, tersebut para pengunjung hanya dipungut biaya masuk saja sebesar Rp10 ribu per orang. (bbn/aga/rob)
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8355 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5771 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3613 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2445 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026