Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Amnesti Internasional Desak Larangan Penggunaan Robot Pembunuh di Masa Depan
Selasa, 28 Agustus 2018,
14:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com,Jenewa. Masih ingat film Terminator yaitu robot menjadi senjata pemusnah umat manusia di masa depan? Nampaknya hal itu mungkin akan menjadi kenyataan seperti yang menjadi kekhawatiran Amnesti Internasional.
[pilihan-redaksi]
Lembaga Pertahanan dan Keamanan Dunia itu mendesak wakil negara-negara yang hadir dalam pertemuan PBB untuk membuat larangan penggunaan sistem senjata canggih yang disebut Robot Pembunuh (killer robots) ini.
Lembaga Pertahanan dan Keamanan Dunia itu mendesak wakil negara-negara yang hadir dalam pertemuan PBB untuk membuat larangan penggunaan sistem senjata canggih yang disebut Robot Pembunuh (killer robots) ini.
Dalam pembukaan pertemuan itu, Pakar dari sejumlah negara melangsungkan pertemuan untuk membahas cara-cara mendefinisikan dan mengatasi “killer robots” atau sistem senjata super canggih yang digunakan dalam perang pada masa depan.
Pertemuan selama satu minggu yang dibuka hari Senin (27/8) ini merupakan yang kedua yang dilangsungkan di kantor PBB di Jenewa tahun ini, yang dipusatkan pada isu sistem senjata canggih otonom yang mematikan dan menetapkan aturan penggunaannya.
[pilihan-redaksi2]
Dalam teori, senjata canggih yang dikendalikan oleh komputer dan sepenuhnya otonom itu belum ada, ujar seorang pejabat PBB. Perdebatan itu masih dalam tahap awal dan masih soal definisi. Amerika menilai masih terlalu dini untuk menetapkan definisi sistem semacam itu, apalagi menetapkan aturan.
Dalam teori, senjata canggih yang dikendalikan oleh komputer dan sepenuhnya otonom itu belum ada, ujar seorang pejabat PBB. Perdebatan itu masih dalam tahap awal dan masih soal definisi. Amerika menilai masih terlalu dini untuk menetapkan definisi sistem semacam itu, apalagi menetapkan aturan.
Sebagian kelompok aktivis terkenal mengatakan pemerintah dan militer seharusnya dicegah untuk mengembangkan sistem senjata semacam itu, karena telah menimbulkan kekhawatiran dan memicu munculnya beragam skenario mengerikan tentang penggunaannya. (bbn/voaindonesia/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026