Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Amnesti Internasional Desak Larangan Penggunaan Robot Pembunuh di Masa Depan
Selasa, 28 Agustus 2018,
14:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com,Jenewa. Masih ingat film Terminator yaitu robot menjadi senjata pemusnah umat manusia di masa depan? Nampaknya hal itu mungkin akan menjadi kenyataan seperti yang menjadi kekhawatiran Amnesti Internasional.
[pilihan-redaksi]
Lembaga Pertahanan dan Keamanan Dunia itu mendesak wakil negara-negara yang hadir dalam pertemuan PBB untuk membuat larangan penggunaan sistem senjata canggih yang disebut Robot Pembunuh (killer robots) ini.
Lembaga Pertahanan dan Keamanan Dunia itu mendesak wakil negara-negara yang hadir dalam pertemuan PBB untuk membuat larangan penggunaan sistem senjata canggih yang disebut Robot Pembunuh (killer robots) ini.
Dalam pembukaan pertemuan itu, Pakar dari sejumlah negara melangsungkan pertemuan untuk membahas cara-cara mendefinisikan dan mengatasi “killer robots” atau sistem senjata super canggih yang digunakan dalam perang pada masa depan.
Pertemuan selama satu minggu yang dibuka hari Senin (27/8) ini merupakan yang kedua yang dilangsungkan di kantor PBB di Jenewa tahun ini, yang dipusatkan pada isu sistem senjata canggih otonom yang mematikan dan menetapkan aturan penggunaannya.
[pilihan-redaksi2]
Dalam teori, senjata canggih yang dikendalikan oleh komputer dan sepenuhnya otonom itu belum ada, ujar seorang pejabat PBB. Perdebatan itu masih dalam tahap awal dan masih soal definisi. Amerika menilai masih terlalu dini untuk menetapkan definisi sistem semacam itu, apalagi menetapkan aturan.
Dalam teori, senjata canggih yang dikendalikan oleh komputer dan sepenuhnya otonom itu belum ada, ujar seorang pejabat PBB. Perdebatan itu masih dalam tahap awal dan masih soal definisi. Amerika menilai masih terlalu dini untuk menetapkan definisi sistem semacam itu, apalagi menetapkan aturan.
Sebagian kelompok aktivis terkenal mengatakan pemerintah dan militer seharusnya dicegah untuk mengembangkan sistem senjata semacam itu, karena telah menimbulkan kekhawatiran dan memicu munculnya beragam skenario mengerikan tentang penggunaannya. (bbn/voaindonesia/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2724 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026