Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Bambang Harymurti: Jadi Jurnalis, Jangan Banci
Kamis, 30 Agustus 2018,
05:31 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Wakil Ketua Dewan Pers periode 2010-2013, Bambang Harymurti menegaskan jadi wartawan (jurnalis) jangan banci, artinya seorang wartawan harus bisa menentukan pilihan tetap menjalani profesi sebagai wartawan atau menjadi politisi, pejabat atau lainnya.
[pilihan-redaksi]
Bambang yang juga menjabat sebagai Komisioner Tempo Media Group itu menyebutkan jangan sampai seorang wartawan memilih keduanya karena yang menjadi korban adalah publik nantinya.
Bambang yang juga menjabat sebagai Komisioner Tempo Media Group itu menyebutkan jangan sampai seorang wartawan memilih keduanya karena yang menjadi korban adalah publik nantinya.
"Maksudnya saya, menjadi wartawan itu godaanya banyak, terutama dari kekuasaan kadang-kadang agak sulit menolak, dalam kondisi tersebut haruslah mampu menentukan apakah kita memang mau ikut menjadi politisi, pejabat atau masih tetap berprofesi sebagai wartawan. Yang gawat, kalau seorang wartawan "banci" memilih atau menjalani keduanya," jelasnya, Rabu (29/8) di Sanur, Denpasar.
Dia mencontohkan, jika dilihat ada juga mantan-mantan wartawan pindah profesi dan sukses di tempat yang mereka pilih tetapi ia memberi pandangan jangan sampai takut mengambil pilihan. Selain itu Harymurti mengatakan, yang perlu diperhatikan jangan sampai melakukan manipulasi. Pura-pura tidak berpihak akan tetapi, malah sebaliknya atau pura-pura Independen, padahal sebenarnya melakukan propaganda.
[pilihan-redaksi2]
"Bahaya jika seorang wartawan melakukan manipulasi, yang pura-pura tidak berpihak. Akan tetapi, malah sebaliknya. Karena, musuh jurnalistik adalah propaganda tersebut juga. Karena, tujuan dari propaganda adalah menipu masyarakat. Sedangkan, jurnalisme membuat agar masyarakat tidak tertipu," paparnya.
"Bahaya jika seorang wartawan melakukan manipulasi, yang pura-pura tidak berpihak. Akan tetapi, malah sebaliknya. Karena, musuh jurnalistik adalah propaganda tersebut juga. Karena, tujuan dari propaganda adalah menipu masyarakat. Sedangkan, jurnalisme membuat agar masyarakat tidak tertipu," paparnya.
Dia menambahkan jika mengacu pada kode etik wartawan dosanya adalah melakukan propaganda. Maka dari itu ia mengusulkan jika demikian seharusnya lebih baik berhenti saja menjadi seorang wartawan atau lebih baik jik menjadi ahli propaganda saja sekalian. (bbn/aga/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026