Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Presiden Serahkan Bantuan Rp. 264 Milyar untuk Perbaikan Rumah Korban Gempa Lombok
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, NTB. Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan senilai Rp 264 milyar untuk 5.293 KK korban gempa Lombok yang rumahnya rusak berat. Dimana masing-masing rumah rusak berat diberikan stimulus Rp 50 juta. Bantuan langsung ditransfer oleh Pemerintah dan masyarakat menerima dalam bentuk tabungan BRI. Penyerahan bantuan dilakukan Kecamatan Pemenang, Lombok Utara pada Minggu (2/9). Hal tersebut terungkap dalam rilis yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho yang diterima redaksi pada Senin (3/9)
Adapun rincian warga yang mendapatkan dana stimulan dari pemerintah adalah Kabupaten Lombok Barat 359, Kabupaten Lombok Utara 1.353, Kabupaten Lombok Timur 2.782, Kabupaten Lombok Tengah 779, Kota Mataram 20. Satu orang perwakilan dari masing-masing 5 (Lima) Kabupaten/Kota menerima secara simbolis bantuan langsung dari presiden. Diharapkan tabungan sebesar Rp. 50 juta dapat membantu masyarakat membangun kembali rumahnya yang roboh akibat gempa.
Presiden Joko Widodo berpesan, dana yang diberikan benar-benar untuk membangun rumah dan tidak digunakan untuk hal yang lain. "Saya akan cek benar nanti, uangnya dibangunkan rumah atau tidak. Satu lagi pesan saya untuk pejabat pemerintah, jangan dipotong serupiah pun dana yang turun ke masyarakat" tegasnya. "Masyarakat harap bersabar, untuk sementara yang diberikan dana stimulan masih sejumlah 5.293. Sisanya sekitar 70 ribuan lebih masih dalam verifikasi sesuai aturan yang berlaku" kata Presiden.
Ditemui terpisah, masyarakat yang sudah mendapatkan buku tabungan BRI seperti Munawir warga Salut Timur, Kabupaten Lombok Barat mengaku akan membangun rumah tahan gempa. "Saya akan membangun rumah tahan gempa seperti yang dicontohkan pemerintah, seperti RISHA" ucapnya. Lain halnya dengan Mardin warga Kecamatan Kayangan, Lombok Utara yang mengaku akan membangun semi rumah kayu. "Saya lebih memilih membangun semi rumah kayu, dengan konstruksi pondasinya yang tahan gempa seperti RISHA. Karena kayu lebih tahan gempa dan aman untuk keluarga saya" ungkapnya optimis.[bbn/BNPB/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2283 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan