Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Aktivis Prodem Bali: Waspadai "Gombalisasi" IMF-WB Terulang Kembali
Kamis, 11 Oktober 2018,
08:19 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Pameran bertajuk "Dari Globalisasi ke Gombalisasi menuju Go-Balisasi" yang menghadirkan puluhan karya kartun dan poster diselenggarakan aktivis Prodem Bali bersama koalisi Gerak Lawan untuk mengkiritisi pertemuan tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua.
[pilihan-redaksi]
Aktivis Prodem Bali I Gusti Ngurah Karyadi mengungkapkan tema yang diangkat dalam pameran memaknai istilah Globalisasi mengacu pada tujuan awal Bank Dunia dan IMF ketika didirikan untuk menciptakan persaudaraan dan kemakmuran pasca Perang Dunia.
Aktivis Prodem Bali I Gusti Ngurah Karyadi mengungkapkan tema yang diangkat dalam pameran memaknai istilah Globalisasi mengacu pada tujuan awal Bank Dunia dan IMF ketika didirikan untuk menciptakan persaudaraan dan kemakmuran pasca Perang Dunia.
Tetapi kemudian, kata dia terjadi gombalisasi dimana melalui pemberian hutang, IMF justru membiarkan rezim-rezim korup seperti Orde Baru di Indonesia melakukan korupsi dan menyengsarakan rakyat. "Sehingga rakyat hanya dapat gombal-gombalnya saja," tegasnya sembari berharap kedepan berawal dari Bali, situasi itu akan berubah sehingga dari Bali akan kembali tercipta kemakmuran bersama.
Sedangkan koordinator Prodem Bali, Nyoman Mardika mengatakan pameran ini bertujuan untuk menjaga akal sehat kita agar jangan menerima begitu saja tanpa memahami kepentingan di balik kebaikan mereka. Di banyak kasus, kata dia, kedua lembaga itu bukannya mendorong kemakmuran tetapi justru ketergantungan.
Sementara Muhammad Reza Sahib dari Koalisi Gerak Lawan menyebut, pameran ini merupakan bukti bahwa di Bali pun ada komponen yang bersikap kritis terhadap IMF.
"Kita bangga karena yang kita perjuangkan adalah kepentingan bersama bangsa ini, bahkan kepentingan masyarakat global," tegasnya.
[pilihan-redaksi2]
Dalam kasus Bali, dia berharap, pariwisata akan berkembang dengan akar budaya yang kuat yang menjadi keunggulan Bali dan tak terlalu mengharapkan investor besar yang justru akan merusak Bali. Karena itu, dia mengaku kagum dengan Gerakan Bali Tolak Reklamasi yang terus berjuang menolak proyek tersebut.
Dalam kasus Bali, dia berharap, pariwisata akan berkembang dengan akar budaya yang kuat yang menjadi keunggulan Bali dan tak terlalu mengharapkan investor besar yang justru akan merusak Bali. Karena itu, dia mengaku kagum dengan Gerakan Bali Tolak Reklamasi yang terus berjuang menolak proyek tersebut.
Puluhan karya kartun dan poster kini dipajang di Jatijagat, Kampung Puisi, Renon, Denpasar hingga Sabtu, (13/10). Karya-karya yang dipajang adalah karya kartunis Bali Gus Dark, sedang poster adalah karya Alit Ambara bersama Nobody Corp. Selain itu ada juga karya mural oleh komunitas Jamur, karya komik serta lukisan yang langsung digarap di lokasi. Sejumlah seniman asing terlibat dalam acara ini seperti dari Afrika Selatan dan Belanda. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026