Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 April 2026
Aktivis Prodem Bali: Waspadai "Gombalisasi" IMF-WB Terulang Kembali
Kamis, 11 Oktober 2018,
08:19 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Pameran bertajuk "Dari Globalisasi ke Gombalisasi menuju Go-Balisasi" yang menghadirkan puluhan karya kartun dan poster diselenggarakan aktivis Prodem Bali bersama koalisi Gerak Lawan untuk mengkiritisi pertemuan tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua.
[pilihan-redaksi]
Aktivis Prodem Bali I Gusti Ngurah Karyadi mengungkapkan tema yang diangkat dalam pameran memaknai istilah Globalisasi mengacu pada tujuan awal Bank Dunia dan IMF ketika didirikan untuk menciptakan persaudaraan dan kemakmuran pasca Perang Dunia.
Aktivis Prodem Bali I Gusti Ngurah Karyadi mengungkapkan tema yang diangkat dalam pameran memaknai istilah Globalisasi mengacu pada tujuan awal Bank Dunia dan IMF ketika didirikan untuk menciptakan persaudaraan dan kemakmuran pasca Perang Dunia.
Tetapi kemudian, kata dia terjadi gombalisasi dimana melalui pemberian hutang, IMF justru membiarkan rezim-rezim korup seperti Orde Baru di Indonesia melakukan korupsi dan menyengsarakan rakyat. "Sehingga rakyat hanya dapat gombal-gombalnya saja," tegasnya sembari berharap kedepan berawal dari Bali, situasi itu akan berubah sehingga dari Bali akan kembali tercipta kemakmuran bersama.
Sedangkan koordinator Prodem Bali, Nyoman Mardika mengatakan pameran ini bertujuan untuk menjaga akal sehat kita agar jangan menerima begitu saja tanpa memahami kepentingan di balik kebaikan mereka. Di banyak kasus, kata dia, kedua lembaga itu bukannya mendorong kemakmuran tetapi justru ketergantungan.
Sementara Muhammad Reza Sahib dari Koalisi Gerak Lawan menyebut, pameran ini merupakan bukti bahwa di Bali pun ada komponen yang bersikap kritis terhadap IMF.
"Kita bangga karena yang kita perjuangkan adalah kepentingan bersama bangsa ini, bahkan kepentingan masyarakat global," tegasnya.
[pilihan-redaksi2]
Dalam kasus Bali, dia berharap, pariwisata akan berkembang dengan akar budaya yang kuat yang menjadi keunggulan Bali dan tak terlalu mengharapkan investor besar yang justru akan merusak Bali. Karena itu, dia mengaku kagum dengan Gerakan Bali Tolak Reklamasi yang terus berjuang menolak proyek tersebut.
Dalam kasus Bali, dia berharap, pariwisata akan berkembang dengan akar budaya yang kuat yang menjadi keunggulan Bali dan tak terlalu mengharapkan investor besar yang justru akan merusak Bali. Karena itu, dia mengaku kagum dengan Gerakan Bali Tolak Reklamasi yang terus berjuang menolak proyek tersebut.
Puluhan karya kartun dan poster kini dipajang di Jatijagat, Kampung Puisi, Renon, Denpasar hingga Sabtu, (13/10). Karya-karya yang dipajang adalah karya kartunis Bali Gus Dark, sedang poster adalah karya Alit Ambara bersama Nobody Corp. Selain itu ada juga karya mural oleh komunitas Jamur, karya komik serta lukisan yang langsung digarap di lokasi. Sejumlah seniman asing terlibat dalam acara ini seperti dari Afrika Selatan dan Belanda. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3766 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1706 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026