Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Perlu Pendampingan Hingga Waktu online Bersama Hindari Anak Kecanduan Gadget
Minggu, 21 Oktober 2018,
16:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Dari data tercatat 72 persen pengguna gadget dari kalangan anak berusia 9-12 tahun, 84 persen dari pengguna gadget remaja berusia 13-17 tahun, dengan rata-rata bermain gadget pada anak selama 6,5 jam dan dewasa selama 11 jam.
[pilihan-redaksi]
“Dimana anak-anak biasa memainkan gadget 99 persen dirumah, 71 persen saat bepergian, 70 persen saat di rumah makan, 40 persen saat dirumah teman, dan 71 persen sekolah,” ujar Ketua TP PKK Denpasar Selly D Mantra saat menjadi pembicara seminar Kecanduan Gadget (gawai) pada anak yang digelar PS. Sarjana Psikologi FK Unud, Minggu (21/10).
“Dimana anak-anak biasa memainkan gadget 99 persen dirumah, 71 persen saat bepergian, 70 persen saat di rumah makan, 40 persen saat dirumah teman, dan 71 persen sekolah,” ujar Ketua TP PKK Denpasar Selly D Mantra saat menjadi pembicara seminar Kecanduan Gadget (gawai) pada anak yang digelar PS. Sarjana Psikologi FK Unud, Minggu (21/10).
Lebih lanjut, dari penggunaan gadget ini memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif diantaranya anak pintar memilih informasi dan dampak negatif antara lain resiko terkena radiasi. Sehingga pihaknya bersama OPD Pemkot Denpasar telah melakukan langkah untuk mengurangi penggunaan gadget di kalangan anak-anak. Disamping peran besar dari para orang tua untuk memberikan pendampingan, tentukan waktu online bersama, hingga tekankan pentingnya bersosialisasi.
“Semoga pertemuan dari seminar ini dapat bersama-sama untuk kita melakukan langkah-langkah inovatif mengurangi dampak dari penggunaan gadget pada anak,” ujarnya.
[pilihan-redaksi2]
Lebih lanjut dikatakan bagaimana perbedaan anak-anak pada jaman dahulu dan saat ini dalam berinteraksi. Anak-anak jaman dahulu lebih berinteraksi lewat permainan tradisional seperti main dengkleng, bola bekel, main karet hingga metajog. Perbedaan ini bagimana anak jaman sekarang lebih asik menerima pesan dari gadget serta mengurangi interaksi mereka antar sesama.
Lebih lanjut dikatakan bagaimana perbedaan anak-anak pada jaman dahulu dan saat ini dalam berinteraksi. Anak-anak jaman dahulu lebih berinteraksi lewat permainan tradisional seperti main dengkleng, bola bekel, main karet hingga metajog. Perbedaan ini bagimana anak jaman sekarang lebih asik menerima pesan dari gadget serta mengurangi interaksi mereka antar sesama.
Pemenuhan kebutuhan hak anak di Kota Denpasar dilakukan dengan melibatkan mereka dalam kegiatan seperti mengisi liburan sekolah secara kreatif. Meliputi kegiatan Supercamp, Rare Bali Festival, Festival Carik, Bimbingan Teknis Penyiaran Radio, Pelatihan Photography, Denpasar Festival, hingga memberikan setiap ruang kreatif pada ruang publik yang ada di Kota Denpasar. Disamping itu pihaknya juga bersinergi dengan OPD untuk mewujudkan mobil konseling keluarga Kota Denpasar. (bbn/rlsdps/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2184 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2009 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1923 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026