Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Perlu Pendampingan Hingga Waktu online Bersama Hindari Anak Kecanduan Gadget
Minggu, 21 Oktober 2018,
16:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Dari data tercatat 72 persen pengguna gadget dari kalangan anak berusia 9-12 tahun, 84 persen dari pengguna gadget remaja berusia 13-17 tahun, dengan rata-rata bermain gadget pada anak selama 6,5 jam dan dewasa selama 11 jam.
[pilihan-redaksi]
“Dimana anak-anak biasa memainkan gadget 99 persen dirumah, 71 persen saat bepergian, 70 persen saat di rumah makan, 40 persen saat dirumah teman, dan 71 persen sekolah,” ujar Ketua TP PKK Denpasar Selly D Mantra saat menjadi pembicara seminar Kecanduan Gadget (gawai) pada anak yang digelar PS. Sarjana Psikologi FK Unud, Minggu (21/10).
“Dimana anak-anak biasa memainkan gadget 99 persen dirumah, 71 persen saat bepergian, 70 persen saat di rumah makan, 40 persen saat dirumah teman, dan 71 persen sekolah,” ujar Ketua TP PKK Denpasar Selly D Mantra saat menjadi pembicara seminar Kecanduan Gadget (gawai) pada anak yang digelar PS. Sarjana Psikologi FK Unud, Minggu (21/10).
Lebih lanjut, dari penggunaan gadget ini memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif diantaranya anak pintar memilih informasi dan dampak negatif antara lain resiko terkena radiasi. Sehingga pihaknya bersama OPD Pemkot Denpasar telah melakukan langkah untuk mengurangi penggunaan gadget di kalangan anak-anak. Disamping peran besar dari para orang tua untuk memberikan pendampingan, tentukan waktu online bersama, hingga tekankan pentingnya bersosialisasi.
“Semoga pertemuan dari seminar ini dapat bersama-sama untuk kita melakukan langkah-langkah inovatif mengurangi dampak dari penggunaan gadget pada anak,” ujarnya.
[pilihan-redaksi2]
Lebih lanjut dikatakan bagaimana perbedaan anak-anak pada jaman dahulu dan saat ini dalam berinteraksi. Anak-anak jaman dahulu lebih berinteraksi lewat permainan tradisional seperti main dengkleng, bola bekel, main karet hingga metajog. Perbedaan ini bagimana anak jaman sekarang lebih asik menerima pesan dari gadget serta mengurangi interaksi mereka antar sesama.
Lebih lanjut dikatakan bagaimana perbedaan anak-anak pada jaman dahulu dan saat ini dalam berinteraksi. Anak-anak jaman dahulu lebih berinteraksi lewat permainan tradisional seperti main dengkleng, bola bekel, main karet hingga metajog. Perbedaan ini bagimana anak jaman sekarang lebih asik menerima pesan dari gadget serta mengurangi interaksi mereka antar sesama.
Pemenuhan kebutuhan hak anak di Kota Denpasar dilakukan dengan melibatkan mereka dalam kegiatan seperti mengisi liburan sekolah secara kreatif. Meliputi kegiatan Supercamp, Rare Bali Festival, Festival Carik, Bimbingan Teknis Penyiaran Radio, Pelatihan Photography, Denpasar Festival, hingga memberikan setiap ruang kreatif pada ruang publik yang ada di Kota Denpasar. Disamping itu pihaknya juga bersinergi dengan OPD untuk mewujudkan mobil konseling keluarga Kota Denpasar. (bbn/rlsdps/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026