Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Menggali 300 Permainan Tradisional di Bali untuk Pendidikan Karakter
Senin, 5 November 2018,
17:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali yang memiliki kurang lebih 300 permainan tardisional membuat Pemerintah Kota Denpasar menggali keberadaan permainan tradisional di Kota Denpasar untuk penerapan nilai-nilai pendidikan karakter.
Dalam gelaran Workshop permainan tradisional Pemerintah Kota Denpasar yang dalam hal ini Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Denpasar diselenggarakan di Yayasan Tukad Bindu, Senin (5/11). Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar yang juga selaku Ketua FORMI Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram dengan pemukulan kulkul.
Turut hadir seluruh jajaran OPD dan aparatur desa di Kota Denpasar serta melibatkan para tenaga pendidik di Kota Denpasar. Secara khusus seniman Made Taro menjadi narasumber dalam kesempatan tersebut.
"Sesuai apa yang diamanatkan Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, bahwa keberadaan permainan tradisional harus dilestarikan, jadikan kegiatan ini sebagai momentum yang sangat tepat dalam pembangunan SDM lewat pemberdayaan dan peningkatan prestasi," ungkap IGN Bagus Mataram.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua FORMI Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram mengatakan bahwa pelaksanaan workshop ini adalah langkah untuk mengawali niatan tulus menjaga warisan budaya salah satunya permainan tradisional.
Lebih lanjut disampaikan bahwa, guru-guru di lingkungan Kota Denpasar yang mengikuti workshop ini wajib mensosialisasikan kepada anak-anak didiknya. "Hasil dari workshop ini harus disosialisasikan kepada anak-anak di sekolah, karena kedepan permainan tradisional yang kita miliki ini akan dilombakan," ungkapnya.
Menurutnya, Pemkot Denpasar terus berperan aktif di dalam menumbuhkembangkan olahraga prestasi, olahraga pendidikan serta olahraga rekreasi dan tentunya permainan tradsional ini "Kita harus terus lestarikan olahraga ataupun permainan tradisional yang tumbuh dan berkembang di masyarakat," tambahnya.
Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Formi Denpasar, Ketut Sudana saat menyampaikan laporan ketua panitia, bahwa keterlibatan guru-guru memang untuk melatih anak-anak didik di sekolah. "Banyak lomba yang akan digelar terkait permainan tradisional ini, agar menyeimbangkan teknologi yang berkembang namun tetap mempertahankan budaya warisan kita," ungkapnya.
Diketahui, di Indonesia terdapat 2600 permainan rakyat, dan di Bali sendiri sudah ada 300 permainam rakyat yang terus akan berkembang. Permainan tradisional ini menjadi objek yang dilindungi. Mengingat permainan tradisional menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter yang mendalam dan tidak boleh hilang.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026