Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Jah Megesah Vol. 02, Menghapus Jarak Idealisme dan Komersialisasi
Minggu, 18 November 2018,
23:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sebuah foto menyimpan seribu kata. Sementara teks memberi penekanan pada pemaknaannya. Segalanya bersinergi untuk menciptakan sesuatu yang lebih memiliki nilai.
Hal-hal yang selama ini dipandang sederhana sesungguhnya memiliki nilainya sendiri. Taruhlah itu nasi putih. Barangkali tanpa teknik pengisahan yang menarik, makanan pokok ini hanyalah menjadi sesuatu yang biasa karena begitu akrab dengan keseharian. Melalui storytelling, didukung oleh kreasi sebuah foto, seseorang bisa saja dengan ringan menceritakan tentang kisah perjalanan padi menjadi nasi, termasuk juga informasi mengenai di mana padi itu ditanam, bagaimana kultur petani hingga metode penanamannya.
“Dasarnya, sudah tentu adalah literasi dan wawancara. Dari sanalah penggalian informasi bisa dilakukan lebih mendalam. Dengan mengetahui proses hingga terciptanya, diharapkan kita bisa lebih menghargai makanan,” ungkap Culinary Story Teller dan Food Stylist, Ade Putri Paramadita, dalam Jah Megesah Vol. 02: Commercial Photography – The Magic of Story Telling, Sabtu (17/11) di Gedung Mendopo Ksari, Negara.
Kisah-kisah yang muncul dalam karya fotografi adalah media untuk berbagi. Berbagi di sini tentu tidak hanya berada dalam wilayah idealisme semata, namun bergerak cepat menuju komersialisasi. Setiap saat, standar ideal juga berlaku dinamis, berubah sesuai pergerakan jamannya. Dan hari ini, mengemas informasi dengan teknik storytelling dipandang efektif untuk mempromosikan sebuah produk.
“Ini tidak hanya berlaku untuk kuliner saja. Fashion, handycraft, apa saja bisa diceritakan agar lebih menarik,” katanya.
Saat ini, tambah moderator Wena Wahyudi sekaligus penggagas Jah Megesah, sudah tidak jaman lagi mempromosikan produk dengan informasi yang “padat”. Justru teknik pengisahan dengan mengambil sudut pandang yang berbeda dari suatu produk, hari ini, jauh lebih berhasil mendekatkan produk tersebut dengan calon konsumennya.
Segalanya tergantung kreativitas dan kemampuan untuk menemukan keunikan produk yang akan dipromosikan. Dalam Jah Megesah Vol. 02 yang digagas Jimbarwana Creative Movement, Ade tidaklah sendiri. Ia ditemani Dibal Ranuh, seorang fotografer profesional yang dikenal dengan karya-karyanya unik dan menarik secara komposisi. Kreativitas adalah dasar dari segalanya yang menjadi pondasi sebuah karya. Kejelian memandang objek dan kemampuan mewujudkannya menjadi sesuatu yang menarik mutlak mesti dimiliki seorang fotografer.
“Sama halnya dengan storytelling, kita mesti jeli mengambil angle suatu objek. Jika sudah peka, kita bisa lebih mudah memilah sisi mana yang akan kita gunakan untuk menghasilkan karya yang kuat, baik secara visual maupun pesan,” ucap Dibal.
Di tengah kemajuan teknologi, Dibal berupaya memberikan pemahaman terkadang keberadaan alat tak penting lagi. Dengan catatan, seseorang mesti mengetahui peruntukan foto tersebut. “Jika untuk pribadi atau sifatnya personal branding, tak masalah memakai kamera handphone. Tapi jika digunakan untuk tujuan komersil yang lebih luas, menghadapi client, setidaknya gunakan device yang benar-benar layak untuk menghasilkan karya hires. Karena nantinya, hasil foto tidak hanya berhenti sebatas informasi online semata,” ucapnya.
Selain membahas tuntas mengenai fotografi, Dibal juga mengajak peserta Jah Megesah untuk mengikuti workshop mengenai teknik menghasilkan foto komersial, utamanya pengambilan angle dan pencahayaan. “Dalam food photography, misalnya, fotografer tidak bekerja sendiri. Tapi mesti bekerja sama dengan food stylist untuk menghasilkan komposisi yang menarik dan masuk akal. Nah, kebetulan Mbak Ade (Ade Putri Paramadita) adalah seorang food stylist, kita minta bantuannya untuk menata makanan secara artistik,” ucapnya.
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026