Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 27 Juli 2026
Konflik Ambon Sebagai Pembelajaran Hidup Patut Disyukuri Bukan Dipertentangkan
Senin, 19 November 2018,
15:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Ronny Sam Wolter Tairas bersama Plt. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku, Cor Lonuknah menyampaikan selepas tragedi Ambon tahun 2002, Maluku disebutnya sudah berubah menjadi wajah provinsi yang ramah dan damai di Indonesia.
Hal itu ditandai dengan adanya Gong Perdamaian Dunia yang diletakkan di pusat kota Ambon. Lalu oleh kami sebagai anak negeri ini mengenal peristiwa tersebut merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi masyarakat Maluku. “Bahwa hidup dalam perbedaan merupakan sesuatu hal yang harus disyukuri bukan malah sebaliknya yakni dipertentangkan,” katanya.
Hal itu terungkap saat lawatan Ketua Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet yang juga menjabat sebagai Ketua FKUB Provinsi Bali ke Kota Ambon, Provinsi Maluku dari, Sabtu (17/11) sampai Senin (19/11) ini bersama pengurus FKUB Provinsi Bali, Forum Perempuan Lintas Agama (Forpela) Provinsi Bali, Forum Generasi Muda Lintas Agama (Forgimala) Provinsi Bali, dan Sub Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kemenag Provinsi Bali, meninggalkan beberapa pesan penting kepada pengurus FKUB Provinsi Maluku.
“Salam hormat dan salut kepada pengurus FKUB Provinsi Maluku yang sudah gigih mempertahankan kerukunan, untuk itu nilai-nilai kerukunan di Provinsi Maluku ini harus dijaga dengan baik dengan menjujung persaudaraan,” pesan Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet.
Hal itu disampaikannya, mengingat Kota Ambon pernah tercatat dalam konflik kemanusiaan yang berkepanjangan antara saudara salam-sarani atau antara Islam dan Kristen yang lebih dikenal dengan “Tragedi Ambon” pada tahun 1999 silam.
Di sisi lain, kunjungan Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet ke Kota Ambon juga untuk melihat secara dekat kondisi Kota Ambon Manise, baik itu masyarakatnya yang multikultural hingga melihat kondisi tempat ibadah keumatan antar agama yang berdiri di kepulauan rempah-rempah ini, seperti Gereja Katedral Ambon, Masjid Raya Alfatah, Vihara Swarna Giri Tirta, dan Pura Siwa Stana Giri.
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
02
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
03
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1853 Kali
04
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1753 Kali
05
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026