Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Sopir Truk Mengantri di Padangbai Merasa Tidak Nyaman Karena Bau "Mangsit"
Jumat, 23 November 2018,
10:34 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Para sopir truk yang mengantri di areal dermaga Padangbai merasa tidak nyaman karena mencium bau menyengat pesing (mangsit) terlebih ketika dipanasi terik sinar matahari semakin menusuk hidung.
Heru, salah satu pengguna jasa transportasi laut di dermaga Padangbai asal Kediri, Jawa Timur jika kebetulan ngantri dirinya terkadang sampai mencari udara segar ke sisi utara dermaga lantaran tidak kuat mencium bau pesing tersebut.
"Sangat tidak nyaman, bau sekali, saya sampai menjauh cari angin karena tidak kuat cium baunya," ujarnya, Kamis (22/11).
Hal Senada diungkapkan Madin (45) salah satu sopir asal Surabaya yang mengaku hampir tiap hari harus mencium bau pesing yang sangat menyengat, terkadang sampai membuat nafsu makannya hilang.
Sementara itu, Pejabat Sementara Manager usaha ASDP Padangbai, Windra Soelistyawan mengatakan pihaknya mengaku sudah menempatkan pihak keamanan untuk menegur jika ada sopir atau siapapun yang kencing sembarangan di areal tempat antri dermaga padangbai. Selain itu, pihaknya juga menambahkan bagi para penumpang atau sopir yang ingin menggunakan toilet sebenarnya tidak dipungut biaya alias gratis.
"Sampai saat ini, keluhan secara langsung belum ada, padahal di areal dermaga sudah disediakan beberapa toilet, bahkan saat ini sedang dilakukan penambahan jumlah toilet," tutur Windra.
Hal ini disanggah oleh beberapa sopir truk yang mengantri di areal Dermaga Padangbai. Selama ini, menurut Madin jika kencing di toilet di areal dermaga dirinya dikenakan uang Rp.2000, itu baru untuk kencing, kalo mau mandi dirinya juga harus mengeluarkan receh Rp.2000, begitu juga dengan buang air besar.
"Apanya gratis, orang kita bayar Rp.2000 kalo mau kencing, mandi atau BAB," tuturnya.
Meski harus membayar, dirinya mengaku tidak mempermasalahkan lantaran untuk pemeliharaan toilet memerlukan biaya seperti membeli pewangi dan perawatannya.
Berita Premium
Reporter: Kominfo NTB
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5946 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2633 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026