Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
BWS Bali Akan Bangun 5 Bendungan Atasi Krisis Air Bersih di Denpasar
Senin, 10 Desember 2018,
07:08 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida I Ketut Jayada ST menyebutkan, BWS Bali berencana membangun bendungan untuk menutupi kekurangan lima kubik air yang terjadi di Denpasar.
[pilihan-redaksi]
"Caranya harus bikin bendungan untuk Denpasar, untuk bantu 1,7 kubik. Dan nanti akan dibangun 5 bendungan," katanya saat Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Surabaya - Wilayah Bali dengan tema "Tantangan dan Strategi Penyediaan Air Bersih di Bali" bertempat di Hotel Puri Ayu Denpasar, Sabtu (8/12/2018).
"Caranya harus bikin bendungan untuk Denpasar, untuk bantu 1,7 kubik. Dan nanti akan dibangun 5 bendungan," katanya saat Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Surabaya - Wilayah Bali dengan tema "Tantangan dan Strategi Penyediaan Air Bersih di Bali" bertempat di Hotel Puri Ayu Denpasar, Sabtu (8/12/2018).
Selama ini, terang Jayada, air PDAM hanya mampu melayani sekitar 58 persen kebutuhan air bersih warga kota. Hal ini karena jumlah penduduk Denpasar yang banyak dan juga sektor pariwisata.
"Beruntung Denpasar punya air tanah yang bagus. Jadi 42 persen masyarakat bisa menggunakan air tanah," papar Jayada.
Namun, penggunaan air tanah secara berlebihan memiliki beberapa dampak buruk. Jika dipakai secara terus menerus, akan terjadinya penurunan permukaan tanah seperti yang terjadi di Jakarta.
"Untuk itu kami berupaya menyediakan air di atas untuk mengurangi pemakaian air tanah. Terutama banyak hotel memakai air tanah," kata dia.
Ir Eddy Setiadi Soedjono Dipl SE MSc PhD, dosen ITS yang hadir sebagai nara sumber menyebutkan, target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) tahun 2015 - 2019 yaitu tercapainya universal access atau cakupan akses 100% untuk air minum, 0% kawasan kumuh, 100% untuk sanitasi.
Cakupan 100% air minum yang dimaksud adalah semua daerah di Indonesia 100% terlayani oleh air bersih. Namun sampai saat ini terjadi disparitas atau jurang antara kebutuhan air dengan persediaan air. Pada kenyataannya, kebutuhan air di perkotaan kurang lebih sebesar 200 liter per orang, sedangkan berdasarkan Permen PU No 14/2010 kebutuhan air bersih 60 liter per orang per hari. Jadi ada kelebihan konsumsi 140 liter per orang.
“Di Singapura mereka tidak punya sumber mata air dan air sangat mahal sehinggi mereka akhirnya mengubah air limbah dijadikan air minum. Sebenarnya di Indonesia bisa saja seperti Singapura karena teknologinya sendiri sudah ada. Namun, ini belum dapat diterima oleh masyarakat karena masalah nilai ‘rasa’. Segala macam teknologi yang dicetuskan oleh pemerintah, akademisi dan praktisi menjadi sia-sia jika tidak didukung dengan partisipasi masyarakat untuk membudayakan pemanfaatan air yang efisien,” jelas Eddy Setiadi.
[pilihan-redaksi2]
FGD yang berlangsung Sabtu siang hingga sore tersebut juga menghadirkan narasumber dari DPRD Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana ST, Dirut PDAM Gianyar Made Sastra Kencana yang juga mewakili Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) Bali, dosen Unud Prof Ir I Nyoman Norken SU PhD juga Managing Director The Nusa Dua Bali AA Istri Ratna Dewi.
FGD yang berlangsung Sabtu siang hingga sore tersebut juga menghadirkan narasumber dari DPRD Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana ST, Dirut PDAM Gianyar Made Sastra Kencana yang juga mewakili Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) Bali, dosen Unud Prof Ir I Nyoman Norken SU PhD juga Managing Director The Nusa Dua Bali AA Istri Ratna Dewi.
Ketum PW IKA ITS Bali, Wayan Mahardika menyatakan, FGD ini sebagai bentuk kontribusi alumni ITS yang tersebar di berbagai bidang pekerjaan, terhadap pembangunan Bali. Sebagai bagian dari masyarakat intelektual Bali, alumni ITS memiliki peran dan tanggung jawab yang besar membantu pemerintah menjawab dan menghadapi tantangan ekonomi di masa yang akan datang.
“Focus Group Discussion (FGD) merupakan kegiatan berkelanjutan di IKA ITS Bali,” ujar Wayan Mahardika. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026