Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Koster Berharap Pesemetonan di Bali Bersinergi Membangun Bali
Rabu, 2 Januari 2019,
17:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Gubernur Bali Wayan Koster berharap dengan keberadaan pasemetonan di Bali tidak pecah malah bersama-sama bersinergi dengan semangat gotong royong ikut berpartisipasi dalam pembangunan Bali.
“Saya harap semua tidak hanya berpikir dari segi internal semata, namun lebih dari itu harus mampu bekerja sama demi Bali sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yaitu membangun Bali beserta isinya,” jelasnya saat memberikan Dharma Wacana pada Karya Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Mapedudusan Agung tawur Balik Sumpah Utama di Pura Dalem Agung Kawitan Shri Nararya Khresan Kepakisan, di Banjar Dukuh Nyuh Aya, Desa Gelgel Klungkung, Rabu (2/1).
Ia juga mengharapkan sekitar 18 Pasemetonan di Bali yang salah satunya adalah Shri Nararya Khresna Kepakisan diharapkan untuk bersatu bersama membangun Bali. Koster mengakui sangat bangga dengan semangat pasemetonan yang mulai tumbuh akhir-akhir ini. Karena ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur serta upaya untuk melestarikan budaya dan adat Bali.
“Selain itu semangat pasemetonan merupakan cara untuk melanjutkan cita-cita leluhur, ngaturang ayah buat pasemetonan serta tanggung jawab untuk leluhur,” imbuhnya dalam acara yang juga turut dihadiri oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirtha serta Penglingsir Puri Mengwi AA Gede Agung.
Ia berharap melalui pasemetonan ini bisa melestarikan adat, tradisi dan budaya Bali, karena hal tersebut berawal dari kita masyarakat Bali. Sementara itu, Ketua Panitia I Wayan Legawa mengatakan upacara ini serangkaian Karya Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Mapedudusan Agung, tawur Balik Sumpah Agung di Dalem Agung Pura Kawitan Pratisentanan Shri Nararya Kresna Kepakisan, yang puncaknya pada Saniscara Kliwon Kuningan, 5 Januari 2019.
Upacara tawur balik sumpah agung dipuput Ida Pedanda Griya Singarata, Ida Pedanda Wayahan Buhda Wayahan Dharma, dan Ida Rsi Griya Angkling. Sedangkan untuk mendem Pedagingan dipuput Ida Pedanda Kekeran Blahbatuh. Upacara tawur balik sumpah bertujuan untuk meningkatkan dan memuliakan segala isi alam dari unsur-unsur negatif agar menjadi positif, sehingga terjadi keseimbangan ekosistem. Dengan seimbangnya ekosistem itu, maka pratisentana Ida Bhatara Kawitan akan memperoleh kehidupan yang bahagia lahir batin.
Setelah usai upacara tawur balik sumpah, selanjutnya dilakukan upacara mendem pedagingan. Upacara ini bertujuan memfungsikan dan menghidupkan kembali bangunan atau pelinggih-pelinggih yang usai dilakukan pemugaran. Upacara ini sebagai simbol singgasana Hyang Widhi atau Ida Bhatara Kawitan yang distanakan.
Dalam upacara Tawur Balik Sumpah Agung dan Mendem Pedagingan juga dipentaskan sejumlah tarian sakral diantaranya, wayang lemah, Topeng, rejang dewa, baris gede, dengan iringan gong tegak.
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2625 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026