Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 Juli 2026
Koster Berharap Pesemetonan di Bali Bersinergi Membangun Bali
Rabu, 2 Januari 2019,
17:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Gubernur Bali Wayan Koster berharap dengan keberadaan pasemetonan di Bali tidak pecah malah bersama-sama bersinergi dengan semangat gotong royong ikut berpartisipasi dalam pembangunan Bali.
“Saya harap semua tidak hanya berpikir dari segi internal semata, namun lebih dari itu harus mampu bekerja sama demi Bali sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yaitu membangun Bali beserta isinya,” jelasnya saat memberikan Dharma Wacana pada Karya Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Mapedudusan Agung tawur Balik Sumpah Utama di Pura Dalem Agung Kawitan Shri Nararya Khresan Kepakisan, di Banjar Dukuh Nyuh Aya, Desa Gelgel Klungkung, Rabu (2/1).
Ia juga mengharapkan sekitar 18 Pasemetonan di Bali yang salah satunya adalah Shri Nararya Khresna Kepakisan diharapkan untuk bersatu bersama membangun Bali. Koster mengakui sangat bangga dengan semangat pasemetonan yang mulai tumbuh akhir-akhir ini. Karena ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur serta upaya untuk melestarikan budaya dan adat Bali.
“Selain itu semangat pasemetonan merupakan cara untuk melanjutkan cita-cita leluhur, ngaturang ayah buat pasemetonan serta tanggung jawab untuk leluhur,” imbuhnya dalam acara yang juga turut dihadiri oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirtha serta Penglingsir Puri Mengwi AA Gede Agung.
Ia berharap melalui pasemetonan ini bisa melestarikan adat, tradisi dan budaya Bali, karena hal tersebut berawal dari kita masyarakat Bali. Sementara itu, Ketua Panitia I Wayan Legawa mengatakan upacara ini serangkaian Karya Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Mapedudusan Agung, tawur Balik Sumpah Agung di Dalem Agung Pura Kawitan Pratisentanan Shri Nararya Kresna Kepakisan, yang puncaknya pada Saniscara Kliwon Kuningan, 5 Januari 2019.
Upacara tawur balik sumpah agung dipuput Ida Pedanda Griya Singarata, Ida Pedanda Wayahan Buhda Wayahan Dharma, dan Ida Rsi Griya Angkling. Sedangkan untuk mendem Pedagingan dipuput Ida Pedanda Kekeran Blahbatuh. Upacara tawur balik sumpah bertujuan untuk meningkatkan dan memuliakan segala isi alam dari unsur-unsur negatif agar menjadi positif, sehingga terjadi keseimbangan ekosistem. Dengan seimbangnya ekosistem itu, maka pratisentana Ida Bhatara Kawitan akan memperoleh kehidupan yang bahagia lahir batin.
Setelah usai upacara tawur balik sumpah, selanjutnya dilakukan upacara mendem pedagingan. Upacara ini bertujuan memfungsikan dan menghidupkan kembali bangunan atau pelinggih-pelinggih yang usai dilakukan pemugaran. Upacara ini sebagai simbol singgasana Hyang Widhi atau Ida Bhatara Kawitan yang distanakan.
Dalam upacara Tawur Balik Sumpah Agung dan Mendem Pedagingan juga dipentaskan sejumlah tarian sakral diantaranya, wayang lemah, Topeng, rejang dewa, baris gede, dengan iringan gong tegak.
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2961 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2023 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026