Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Musisi Gus Teja Ikuti Tradisi Siat Api di Desa Adat Duda
Senin, 4 Februari 2019,
22:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Musisi papan atas Bali, Gus Teja mengikuti Tradisi Siat Api di Desa Adat Duda, Selat, Karangasem yang dipentaskan setiap setahun sekali menjelang upacara Usabe Dalem, tradisi ini dipercaya mampu menetralisir kekuatan negatif yang ada di lingkungan Desa Adat.
Tradisi siat api sendiri dipentaskan sore ini Senin (04/02) yang bertepatan dengan hari Soma Kliwon, Tilem sasih Kawulu saat menginjak sandikala atau waktu di saat peralihan sore menjadi malam hari di perbatasan Desa Duda antara Desa Duda Timur tepatnya di Jembatan Tukad Sang-Sang.
Dalam pementasan tradisi ini khusus diikuti oleh para lelaki yang berasal dari Desa Adat Duda. Peserta dibagi menjadi dua kelompok membawa perakpak atau daun kelapa tua yang diikat dan dibakar sebagai senjata untuk berperang.
Setelah prakpak dinyalakan, kedua kelompok kemudian saling serang layaknya peperangan. Meski cukup ekstrim namun dalam setiap pelaksanaannya tidak sampai menyebabkan luka bakar yang serius terhadap peserta siat api ini.
Menurut Bendesa Adat Duda, I Komamg Sujana, Tradisi Siat Api ini sejatinya merupakan salah satu rangkaian menjelang aci Usabe Dalem di Desa Adat Duda yang bertujuan untuk membersihkan alam semesta baik sekala maupun niskala.
“Dengan dilaksanakannya ritual dan tradisi ini, diharapkan dalam pelaksanaan upacara Usabe Dalem mendatang berjalan lancar dan memberikan kedamaian bagi seluruh krama," kata Sujana.
Dirinya juga menjelaskan, sebelum dilaksanakannya Tradisi Siat Api ini didahului dengan ritual Metabuh dan sembahyang bersama di Pura Puseh setempat. Setelah serangkaian ritual tersebut dilaksanakan barulah menjelang sandikala tradisi siat api dilangsungkan. Selain bertujuan untuk keseimbangan alam semesta, Siat Api juga memiliki makna untuk mengendalikan api amarah yang terdapat dalam diri manusia.
Sementara itu, terkait keikutsertaan salah satu Musisi top Bali ini. Menurut Bendesa Adat, Komang Sujana, Musisi yang dikenal dengan nama Gus Teja ini datang dan ingin ikut serta dalam tradisi yang cukup mendebarkan tersebut.
Di satu sisi Gus Teja sendiri terlihat menikmati tradisi ini meski di sekujur tubuhnya sempat terkena pukulan dari prakpak (daun kelapa tua yang dibakar). "Luar biasa, ini baru pertama kali saya ikut," ungkap Gus Teja di tengah keramaian.
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2262 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026