Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan SMAN 1 Atap Nusa Penida Tunggu Hasil BPKP
Rabu, 6 Februari 2019,
19:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Sejak kasus dugaan korupsi pembangunan ruang kelas di SMAN 1 Atap Nusa Penida yang berlokasi di Desa Tanglad dihembuskan ke publik oleh Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung di Nusa Penida, tepatnya pada bulan Desember 2018 lalu, sampai dengan awal bulan Februari 2019 kasus dugaan korupsi ini belum ada perkembangannya. Padahal Kepala SMA Negeri (SMAN) Satu Atap (Satap) Nusa Penida, I Nyoman Beres telah ditetapkan sebagai tersangka secara resmi pada 12 November 2018 lalu.
Menindaklanjuti hal itu, Kepala Cabang Kejari Klungkung di Nusa Penida, Abdirun Luga Harlianto, SH, M.Hum saat dihubungi, Rabu (6/2) memberikan sinyal bahwa kasus ini tetap berjalan dan pihaknya masih menunggu hasil audit resmi dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung kerugian negara.
“Kalau sudah ada hasilnya kami akan kabari kembali, karena BPKP sedang melakukan audit secara teliti dalam menentukan kerugian negara,” jelasnya.
Sebelumnya, kasus dugaan korupsi yang menggelapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang dikucurkan sebesar Rp 860.907.000 ini pada tahun 2017 sudah dilakukan pemeriksaan awal dengan melibatkan saksi dari ahli kontruksi dan keterangan awal dari BPKP, dimana hasilnya itu diketahui ada selisih pembangunan yang tidak ada sesuai kenyataan sebesar Rp 230 juta.
Kasus ini juga kian terungkap perlahan-lahan, ketika masa pengerjaan bangunan yang mestinya sudah selesai pada tanggal 27 Desember 2017 silam, ternyata hasil pemeriksaan di lapangan tidak ada satupun bangunan yang tuntas dan hanya mampu mendirikan tiang berbeton dan rangka banguann tanpa dinding.
Selain DAK Kemendikbud ini digunakan untuk membangun ruang kelas baru, tercatat dana tersebut juga mesti digunakan untuk pengadaan meubelair sebesar Rp 56,4 juta dan biaya perencanan pengawasan dan operasional pembangunan Rp 30 juta. Namun yang terjadi di lapangan, semua dana itu tidak dipakai sesuai peruntukkan. Sehingga disimpulkan, pembangunan ruang kelas baru dan pengadaan meubelair ini telah melanggar Peraturan Presiden (Perpres) 123/2016 tentang Petunjuk Teknis DAK Fisik jo Permendikbud 9/2017 tentang Petunjuk Operasional DAK Fisik Bidang Pendidikan.
Akibatnya I Nyoman Beres disangkakan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang 31/1999 jo Undang-Undang 20/2001, dan Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang 31/1999 jo Undang-Undang 20/2001 serta diancam pasal pemalsuan sebagaimana Pasal 9 Undang-Undang 20/2001.
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026