Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 20 September 2026
KoDe : Peserta Pemilu Gagal Berikan Pendidikan Politik Pada Masyarakat
Minggu, 17 Februari 2019,
07:29 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Komite Demokrasi (KoDe) Bali menilai peserta pemilu 2019 di Bali gagal memberikan pendidikan politik pada masyarakat Bali. Mengingat selama masa kampanye ini peserta pemilu baik calon legislatif, partai politik dan calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) hanya melakukan pencitraan.
[pilihan-redaksi]
Sekretaris KoDe Bali Made Kariada menyatakan peserta pemilu terlihat hanya melakukan pencitraan dan bukan melakukan kampanye. "Jangan sampai masa kampanye hanya menjadi ajang pencitraan. Padahal perlu pendidikan. Politik bagi masyarakat agar tingkat kepercayaan masyarakat terhadap calon yang akan dipilih juga meningkat. Bukannya hanya meminta masyarakat datang ke TPS terus mencoblos, tapi apa yang ditawarkan" ujar Kariada saat diskusi dengan tema "Ambiguitas Kampanye Pada Pemilu 2019" di Denpasar pada Sabtu (16/2).
Sekretaris KoDe Bali Made Kariada menyatakan peserta pemilu terlihat hanya melakukan pencitraan dan bukan melakukan kampanye. "Jangan sampai masa kampanye hanya menjadi ajang pencitraan. Padahal perlu pendidikan. Politik bagi masyarakat agar tingkat kepercayaan masyarakat terhadap calon yang akan dipilih juga meningkat. Bukannya hanya meminta masyarakat datang ke TPS terus mencoblos, tapi apa yang ditawarkan" ujar Kariada saat diskusi dengan tema "Ambiguitas Kampanye Pada Pemilu 2019" di Denpasar pada Sabtu (16/2).
Menurut Kariada peserta pemilu harusnya menyampaikan visi-misi dan apa yang sudah dilakukan. Namun sekarang justru dalam kampanye terutama dalam baliho memunculkan nama, foto dan nomor urut. "Fotonya bisa dilihat dan namanya juga, tapi masyarakat kan tidak tahu dapilnya dimana. Masyarakat juga butuh visi misi agar kedepannya dapat melakukan evaluasi terhadap calon yang dipilih, apa yang akan dilakukan caleg tersebut untuk memajukan daerah itu" papar Pria yang merupakan mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Klungkung tersebut.
Kariada juga mengkritisi KPU di Bali yang belum melakukan sosialisasi daftar calon tetap. Semestinya daftar calon tetap peserta pemilu dipasang hingga ke tingkat desa dan banjar. "Tugas KPU kan mensosialisasikan, minimal kepala desa tahu siapa saja calon di desa tersebut," kata Kariada.[bbn/mul]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7963 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5641 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3543 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2391 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026